Lipsus Penyakit Degeneratif di Yogya

Diabetes Mellitus Selalu 10 Besar di DIY

Tahun 2012 tercatat terdapat 12.252 pasien DM, baik rawat jalan, rawat inap, atau di instalasi gawat darurat

Diabetes Mellitus Selalu 10 Besar di DIY
buyfoodforhealth.wordpress.com
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angka penderita penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan mahal dan rutin di DIY ternyata cukup mencengangkan. Jumlah penderita penyakit mematikan seperti Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, stroke, dan jantung cenderung meningkat.

Fakta ini berkebalikan dengan survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dirilis Februari 2014, yang menempatkan Yogyakarta sebagai provinsi dengan harapan hidup penduduk tertinggi se-Indonesia.

Hasil proyeksi dasar sensus penduduk (SP) pada 2010, usia harapan hidup orang di Yogyakarta adalah 74,2 tahun. Berturut-turut setelahnya, provinsi dengan harapan hidup tinggi Kalimantan Timur (72,9 tahun), Jawa Tengah (72,7 tahun), dan DKI Jakarta (71,4 tahun).

Proyeksi hingga 2035, usia harapan hidup Yogyakarta naik mencapai 75,5 tahun, masih tertinggi dibanding provinsi yang lain. Berturut-turut setelahnya Kalimantan Timur (75,4 tahun), Jawa Tengah (75,3 tahun), dan Jawa Barat (74,4 tahun).

Tingginya harapan hidup ini menurut hasil survei berkorelasi dengan tingkat kesehatan masyarakatnya. Data lain dari Bappenas, DIY juga tercatat sebagai provinsi yang paling dini mengalami penuaan. Jumlah lansianya paling banyak di antara semua provinsi.

Nomer satu

Hasil penelusuran Tribun selama sepekan terakhir mengenai tingkat perawatan dan jumlah penderita penyakit degeneratif, di RS Panti Rapih, jumlah pasien DM kurun waktu dua tahun terakhir berada di peringkat pertama.

Tahun 2012 tercatat terdapat 12.252 pasien DM, baik rawat jalan, rawat inap, atau di instalasi gawat darurat. Setahun berikutnya jumlah pasien dengan kondisi serupa naik menjadi 12.915. Hal serupa juga terjadi di RSUP dr Sardjito.

Mulai 2011-2013, DM tak pernah terlempar dari posisi 10 besar penyakit rawat inap. Sempat turun pada 2012 dengan 697 pasien, jumlahnya kembali naik pada 2013 (982 pasien). Sedangkan pada triwulan pertama 2014, DM berada di posisi lima penyakit rawat inap dengan 272 pasien.

Halaman
12
Penulis: hdy
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved