Breaking News:

Hari Buruh 2014

Buruh Yogya Gelar Jalan Sehat Peringati May Day

Peringatan Hari Buruh diganti aksi jalan sehat dan panggung hiburan di depan gedung wakil rakyat

Penulis: esa | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan buruh yang bernaung di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DIY menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di halaman DPRD DIY, Kamis (1/5/2014). Tak seperti biasanya, mereka tidak menggelar demonstrasi di jalan untuk menyerukan tuntutannya.

Peringatan Hari Buruh diganti aksi jalan sehat dan panggung hiburan di depan gedung wakil rakyat itu.

Mengenakan seragam serba biru, ribuan pekerja dari berbagai lini usaha ini mengubah gedung dewan layaknya lautan biru. Di sela acara, Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi menyerukan orasinya. Ia menuntut adanya jaminan pensiun bagi seluruh buruh.

"Mulai Juli 2015, seluruh buruh wajib mendapatkan jaminan pensiun sesuai amanat UU. Kalau ada pengusaha ataupun dinas yang menghalang-halangi, laporkan ke organisasi serikat pekerja," teriak Kirnadi di hadapan massa yang menyemut.

Tuntutan jaminan pensiun ini adalah perjuangan baru bagi kalangan buruh nasional. Sebelumnya, perjuangan buruh telah membuahkan hasil berupa ditetapkannya Hari Buruh Internasional pada 1 Mei sebagai hari libur nasional.

"Tapi itu baru kemenangan kecil. Masih banyak perjuangan lain, soal upah yang tidak layak maupun jaminan sosial yang belum didapat semua buruh dan keluarganya," kata Kirnadi.

Menanggapi tuntutan buruh, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan program jaminan pensiun seperti yang disampaikan Kirnadi dalam orasinya, merupakan kebijakan pusat yang belum diturunkan ke daerah. Karenanya, pihaknya akan mengkaji dulu program pensiun itu.

"Apakah bentuknya uang pensiun atau semacam pengganti pensiun," ujar Sigit sembari menunggu giliran donor darah yang menjadi rangkaian acara peringatan Mayday kali ini.

Pihaknya harus memperhitungkan kesiapan perusahaan, terutama level menengah dan kecil. Sebab, jaminan pensiun akan menambah biaya produksi perusahaan sementara pekerja-pekerja itu sudah tidak produktif.

"Kami kaji dulu, semoga perusahaan-perusahaan ini mampu," tandas Sigit di sela riuhnya musik dangdut yang memeriahkan peringatan Hari Buruh 2014 ini.

Data Dinsosnakertrans DIY mencatat,di DIY terdapat 3.451 perusahaan skala kecil dan menengah serta 322 perusahaan skala besar. (Tribunjogja.com)

Tags
buruh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved