Aji Saka Sempat Grogi Main dengan Tim PSS Sleman
TAMPIL menggantikan seniornya Aji Saka yang cedera saat laga uji coba lawan Lion, bukan pekerjaan mudah.
Penulis: ptt | Editor: tea
Laporan Puthut Ami Luhur
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - TAMPIL menggantikan seniornya Aji Saka yang cedera saat laga uji coba lawan Lion, bukan pekerjaan mudah. Terlebih tim yang dihadapi, adalah tim sekelas konstestan Kompetisi Divisi Utama dari kompetisi negeri seberang.
Pertama kali saat ditunjuk masuk ke dalam lapangan, ia sempat grogi karena baru kali itu bermain untuk tim profesional bersama PSS Sleman. Perasaan itu ditepisnya jauh-jauh dan ketika sudah berada di dalam lapangan, ia mampu menguasai keadaan.
"Saya ingin memperlihatkan kemampuan di depan ribuan penonton, sekaligus pelatih dan manajemen. Kebetulan saat saya jaga, gawang tidak bobol," kata Grateo, Jumat (11/4).
Meski hanya bermain sekitar 30 menit tapi pengalaman tersebut, tidak pernah dilupakannya. Ia ingin terus belajar dan mengasah kemampuannya, berguru dengan senior-seniornya dan pelatih kiper Radjab Akhuk Thalib.
Meski selebihnya hanya sering dimainkan kala Elang Jawa menghadapi tim-tim lokal, Grateo tidak pernah berkecil hati. Ia terus ingin menunjukkan kemampuannya di depan sang pelatih, tidak kalah dengan senior-seniornya.
"Saya ingin terus bermain di sini (PSS Sleman) dan menunjukkan kemampuan," tutur mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang sedang menyusun skripsi tersebut.
Lain halnya dengan Riono, saat bergabung dengan PSS Sleman pada 2011-2012 dan 2014 ini. Pemain kelahiran Sukorejo Kendal Jateng itu, belum pernah dimainkan sama sekali oleh pelatih.
Ia baru mendapatkan kesempatan bermain, saat hijrah ke tim tetangga PPSM Magelang pada 2012 lalu. Saat itu pemain yang akrab disapa Boyo itu, baru bermain sekali.
"Saya di sana tidak sampai kompetisi selesai, tim mengalami kesulitan finansial dan bubar," beber sepupu pemain Persepam Madura United, Busari. (ptt)
Skandal Kuliner Terkait :
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia