Region On Focus
Tarif Sewa Los Rp 1 Juta per Tahun
PRAKTIK Jual beli kios atau los di pasar juga terjadi di Bantul.
Penulis: say | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PRAKTIK Jual beli kios atau los di pasar juga terjadi di Bantul. Tukinah, satu pedagang di Pasar Bantul bercerita, harga penjualan kios bergantung pada lokasinya.
Semakin strategis lokasi kios, semakin mahal pula harga jualnya. "Ada yang Rp 50 juta, bahkan ada yang Rp 110 juta kalau lokasinya strategis. Padahal hanya untuk jualan sayur," kata Tukinah.
Selain jual beli kios, pemilik kios juga ada yang menyewakan kios miliknya ke pedagang lain. Untuk harga sewa kios dapat mencapai Rp 6 juta per tahun. Modus menyewakan kios ini menurut Tukinah yang paling lazim karena tidak berbenturan langsung dengan aturan.
Salah satu pedagang yang sempat menyewakan los adalah Warni (45), pedagang asal Bendo, Imogiri yang berjualan di pasar Bantul. Rata-rata Warni menyewakan los miliknya dengan tarif Rp 1 juta per tahun.
Meski demikian, tidak serta merta bisnis sewa menyewa kios ini lancar. Ia bercerita pada akhir 2013 lalu melakukan kontrak dengan calon penyewa yang ditandai dengan surat bermaterai. Namun perjanjian itu gagal karena tak mendapat izin dari kantor pengelola pasar Bantul.
Pembatalan tersebut lantaran barang yang dijual harus sama dengan izin awal yang telah dimasukkan ke pemerintah. Akibat batalnya kontrak itu, ia harus mengembalikan uang sebesar Rp 1 juta karena perjanjian batal. "Kemarin gagal karena ternyata engga boleh kalau buat jualan pakaian. Kalau izinnya kelontong ya kelontong, sayur harus sayur, dan pakaian juga harus pakaian. Saya jadi balikin uang yang sebelumnya sudah saya terima," paparnya. (say)
Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting Yogya