Megaproyek Bandara Kulonprogo
Pemkab Kulonprogo Sangsikan Efektivitas Sosialisasi Bandara
Polemik lokasi bandara dan pabrik pengolahan pasir besi hingga kini belum juga mencapai titik temu.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo merasa sangsi sosialisasi ke masyarakat terkait rencana pembangunan bandara internasional di Temon bisa berjalan efektif. Pasalnya, polemik lokasi bandara dan pabrik pengolahan pasir besi hingga kini belum juga mencapai titik temu.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Pemkab berharap bisa tercapai solusi dalam polemik tersebut, berupa nota kesepahaman atau MoU antara PT angkasa Pura selaku pemrakarsa pembangunan bandara serta PT Jogja Magasa Iron sebagai pemegang kontrak karya penambangan pasir besi di pesisir Kulonprogo.
Dia menilai, jika titik temu di antara kedua pihak tak juga tercapai, upaya sosialisasi yang sudah dilakukan jajarannya tentu tidak akan berjalan efektif untuk meng-golkan rencana pembangunan tersebut.
“Kalau masih ada bargaining posisinya, kita masih ragu-ragu sosialisasinya,” kata Hasto, Kamis (20/3/2014).
Padahal, lanjut Hasto, Pemkab Kulonprogo sudah berencana menambah materi untuk sosialisasi pada masyarakat di wilayah yang akan terdampak rencana megaproyek tersebut. Hasto tak menyebutkan lebih jauh tentang tambahan materi sosialisasi tersebut. Namun, ditegaskannya, penambahan materi hanya bisa dilakukan setelah ada kepastian posisi pembangunan bandara.
Kesepakatan yang dihasilkan dua perusahaan tersebut nantinya akan menambah kepastian teknis pembangunan bandara. Hal itu dikatakannya juga menjadi solusi yang sangat ditungggu pihaknya atas permasalahan yang mengemuka belakangan ini.
Hasto berharap, nota kesepahaman segera terealisasi supaya tahapan pembangunan bandara dapat dilaksanakan tepat waktu.“Setelah ada MoU dan positioning sudah fix, secara teknis akan lebih pasti dan jelas. Kita bisa tambah materi sosialisasi,” kata dia.(*)
Skandal Kuliner Terkait :