Jogja Kreatif

Warga Bisa Cicipi Makanan Khas Hotel Bintang Lima

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan Jogja Kreatif.

Penulis: nbi | Editor: tea
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
Sekitar 100 orang ramaikan lomba joget pada gelaran Jogja Kreatif #5 di penggal Jalan Sudirman, Minggu (25/8/2013) pagi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan Jogja Kreatif. Kali ini event tersebut mengangkat keramahtamahan khas Yogyakarta dalam tema "Street of Love".

Sebagaimana biasanya, kawasan Car Free Day (CFD) di ruas Jalan Jenderal Sudirman, dari perempatan Toko Buku Gramedia ke barat hingga pertigaan Jalan C Simanjuntak, akan diisi dengan berbagai kegiatan kreatif yang bakal membuat pengunjungnya terkagum-kagum.
Jogja Kreatif di kawasan CFD ini digelar pada Minggu (16/3/2014), menghadirkan berbagai potensi di Yogyakarta, di antaranya kebolehan chef hotel berbintang dalam menyajikan makanan yang dapat dicicipi warga secara cuma-cuma.

Dalam acara tersebut, belasan hotel di DIY mengirim perwakilannya untuk menyajikan kuliner berkelas bagi warga yang hadir untuk memeriahkan Jogja Kreatif. Selain makanan, tiap hotel menampilkan performance seni. Masing-masing hotel berusaha memberikan persembahan unik dan terbaik untuk mencuri perhatian.

Hotel Royal Ambarrukmo, misalnya, memilih menyajikan jajanan populer di kalangan anak-anak, yakni arum manis. Staf Public Relation Hotel Royal Ambarrukmo, Malika Hesty, mengatakan, meskipun arum manis bisa dikatakan makanan "biasa", namun penyajian oleh Royal Ambarrukmo akan tetap menjaga kualitas. "Kami memakai bahan-bahan berkualitas hotel bintang lima," kata Malika mantap kepada wartawan Tribun Jogja, Kamis (13/3/2014).

Sementara bagi warga yang mendambakan makanan "berat", Royal Ambarrukmo menyajikan menu nasi campur Ambarrukmo.
Hotel Royal Ambarrukmo juga akan menampilkan pertunjukan seni tari tradisional Aceh dari Komunitas Rampau UGM.

Malika mengatakan, pihaknya sengaja memanfaatkan kesempatan menampilkan kesenian di hadapan warga Yogyakarta di ajang Jogja Kreatif, dengan mengangkat komunitas seni tradisional agar lebih dikenal masyarakat. "Sesuai misi kami mengangkat tradisi, seni, dan budaya," kata Malika.

Penampil akan dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok putra dan putri. Malika meyakini akan banyak masyarakat pecinta seni di Yogyakarta yang akan terpuaskan rasa hausnya terhadap seni tradisional berkualitas.
Sementara itu, Jogja Plaza Hotel (JPH) tidak mau ketinggalan menampilkan suguhan favorit para tamunya di area Jogja Kratif, yaitu cookies chocochip.

PR Officer JPH, Precy Setyadhika, mengatakan, menu kudapan tersebut paling banyak dicari pengunjung hotel yang terletak di Jalan Affandi, Yogyakarta itu. Selain itu, pihaknya menyajikan ayam bakar morosono versi mini. Meskipun porsinya tidak sebanyak porsi biasa, namun Precy berani menjamin kualitas bahan dan rasanya tidak akan berbeda.

Dalam acara tersebut, kata Precy, JPH juga akan mengadakan acara senam sehat bagi warga yang datang. Selain memanjakan lidah, Jogja Kreatif akan diisi acara yang bersifat edukatif. Di acara tersebut juga ada sosialisasi mengenai uang yang akan diselenggarakan Bank Indonesia.

Kepala Unit Operasional Kas Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Suyatno, mengatakan, pihaknya akan memberi pengetahuan kepada masyarakat cara pengenalan uang palsu dan bagaimana cara yang benar dalam memperlakukan lembaran uang.
Pada masa menjelang Pemilu sebagaimana saat ini, kemungkinan akan ada banyak uang palsu yang beredar di masyarakat. Karena itu, pihak BI DIY mengupayakan sosialisasi mengenai bagaimana cara mengenali uang palsu.

Suyatno melanjutkan, pihaknya akan mengenalkan cara yang benar dalam memperlakukan uang. Ia mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia masih kerap memperlakukan uang secara serampangan, sehingga cepat rusak. Misalnya dilipat-lipat atau disteples.
Padahal, menurut aturan, sebuah lembaran uang yang rusak, tersobek, atau ada coretan dinyatakan tidak berlaku dan harus diganti oleh Bank Indonesia. Penggantian ini, kata dia, memerlukan biaya tidak kecil. "Pada dasarnya uang adalah simbol identitas negara, jadi memang harus diperlakukan secara baik," ujar Suyatno.

Selain itu, Suyatno akan memberikan edukasi mengenai Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Saat ini, banyak masyarakat memilih menggunakan kartu kredit dan e-money untuk melakukan transaksi. Karenanya, ia memanfaatkan Jogja Kreatif untuk menyosialisasikan mengenai APMK kepada masyarakat Kota Pelajar. (nbi)

Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting Yogya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved