Oknum LSM Antikorupsi Bersekongkol Curangi Beras Miskin

Barang bukti raskin, sebagian masih terbungkus sak Bulog ukuran 15 kg dan raskin yang sudah diganti bungkus sak tanpa tulisan

Oknum LSM Antikorupsi Bersekongkol Curangi Beras Miskin
surya/muchsin
Tersangka Khairul Kalam, mengenakan baju kaus liris dan Musa, Satker Bulog, mengenakan safari coklat, saat diperiksa di ruang penyidik Polres Pamekasan.

TRIBUNJOGJA.COM, PAMEKASAN – Setelah dilakukan pemeriksaan, Polres Pamekasan menetapkan dua tersangka pelaku penyimpangan beras untuk rakyat miskin (raskin) seberat 5.040 dari Bulog yang digerebek di sebuah gudang, untuk diganti bungkusnya di Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Kedua tersangka ini, Khairul Kalam (30), oknum LSM Badan Intelijen Anti Korupsi (BIAN), warga Desa Lebek, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan dan Musa (35), bagian Satuan Kerja (Satker) Bulog Pamekasan, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Sedangkan sopir truk Colt Diesel M 9430 C, Suparto (42), warga Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, dipulangkan dan dijadikan saksi.

Sementara barang bukti raskin, sebagian masih terbungkus sak Bulog masing-masing ukuran 15 kg dan raskin yang sudah diganti bungkus sak tanpa tulisan masing-masing ukuran 20 kg, disita di gudang Polres Pamekasan.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Maryatun, Rabu (12/3/2014) mengatakan, ditetapkannya Khairul Kalam, sebagai tersangka karena Khairul Kalam yang menyediakan gudang tempat penurunan beras sekaligus untuk penggantian sak Bulog ke sak polos.

Gudang ini, Khairul Kalam menyewa ke orang lain, kemudian juga termasuk mencari 7 kuli untuk menurunkan berasnya dan mengganti sak Bulog.

“Nah, untuk Musa ini, kami jadikan tersangka juga karena sebagai Bulog yang mengawal beras, seharusnya sampai ke tempat tujuan, yakni ke Balai Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, ternyata membiarkan raskin itu diturunkan ditempat lain,” kata Maryatun.

Dijelaskan, Selasa (11/3/2014) lalu, sekitar pukul 09.30 raskin itu ke luar dari gudang Bulog Pamekasan. Tersangka Musa ikut di dalam truk untuk mengawal agar beras itu sampai ke tujuan.

Namun di tengah perjalanan, Musa mendapat telepon dari seseorang agar melewati Desa Bicorong, Kecamatan Pakong. Menjelang memasuki Desa Bulangan Timur, seorang pemuda yang belangan diketahui bernama Hadi, mengendarai sepeda motor menghentikan laju truk.

Selanjutnya Hadi meminta truk itu mengikuti arah dirinya menuju gudang yang disewa Khairul Kalam. Dan ketika truk itu berhenti, Musa menanyakan di mana Kades Bulangan Timur, Hosnol Hotimah kenapa tidak kelihatan, karena butuh tanda tangan Kades Hosnol Hotimah untuk surat keterangan angkut (SKA), jika raskin itu sudah diterima.

Halaman
12
Tags
Pamekasan
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved