Kombinasi Sambung Nyawa dan Temulawak Kurangi Kolesterol
Sambung Nyawa bisa meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan low-density lipoprotein (LDL).
Penulis: nbi | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim peneliti Fakultas Farmasi UGM, yang diketuai Prof Dr Zullies Ikawati Apt menemukan formula baru untuk mengurangi kolesterol dalam tubuh. Formula ini merupakan kombinasi hasil daun Sambung Nyawa dengan Temulawak.
Temulawak sendiri diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, sementara daun Sambung Nyawa bisa meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan low-density lipoprotein (LDL).
“Kita coba sinergiskan keduanya, ” katanya di Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta, Selasa (11/3/2014).
Gynura procumbens, nama latin dari Sambung Nyawa dipilih sebagai bahan baku formulasi karena kandungan flavonoid yang efektif menurunkan kolesterol. Selain itu tanamannya mudah tumbuh.
Masyarakat Indonesia sudah banyak menggunakan Sambung Nyawa untuk dijadikan lalapan. “Artinya masyarakat sudah familiar dengan tanaman ini,” katanya.
Zullies mengungkapkan, saat ini pengujian pre klinis dilakukan dengan menggunakan tikus yang diberi pakan lemak tinggi. “Ternyata hasilnya positif, bisa menurunkan kadar kolesterol dan kolesterol total, kemudian meningkatkan HDL dan menurunkan LDL, juga menurunkan trigliserida,” urainya.
Setelah nantinya melewati uji stabilitas dan mikrobiologis, produk herbal tersebut nantinya akan diproduksi dalam bentuk sirup kemasan sachet. Hal itu, menurut Zullies, diharapkan membuatnya lebih praktis untuk dibawa kemana-mana.
Ia juga menekankan, ramuannya merupakan produk herbal berkategori jamu, sehingga lebih bersifat pemeliharaan. “Kita hanya memakai ekstrak dua bahan tersebut, selebihnya komposisi lain berupa pewarna dan perasa,” ungkapnya.
Rencananya, setelah melalui berbagai proses dan perizinan, produk herbal ini akan siap dipasarkan sekitar awal tahun 2015. (*)
Skandal Kuliner Terkait :