Megaproyek Bandara Kulonprogo
Gubernur DIY Tengahi Konflik Bandara Kulonprogo
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya turun tangan menengahi konflik antara PT Angkasa Pura dengan PT Jogja Magasa Iron (PT JMI)
Penulis: esa | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya turun tangan menengahi konflik antara PT Angkasa Pura dengan PT Jogja Magasa Iron (PT JMI) terkait pembangunan megaproyek bandara internasional di Kulonprogo. Rencananya, Sultan akan menemui PT Angkasa Pura selaku pemrakarsa bandara di Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.
“Saya harus menengahi JMI dan Angkasa Pura didampingi Dirjen Perhubungan Udara. Tapi sebelumnya kan saya harus mendengarkan aspirasi mereka. Mungkin akan ada pilihan-pilihan (untuk mencari titik temunya), tapi saya belum tahu,” tutur Sri Sultan HB X, Senin (3/3/2014).
Hingga memasuki bulan Maret 2014, kedua pemrakarsa proyek besar di Kulonprogo itu memang belum mencapai kesepakatan terkait kepastian lokasi proyek yang bertetangga itu. PT Angkasa Pura khawatir, pabrik pengolahan bijih besi (pig iron) milik PT JMI bias membahayakan keselamatan penerbangan dan meminta lokasi pabrik dimundurkan.
Di lain pihak, JMI juga meminta Angkasa Pura sama-sama mengalah. Sama-sama mundur agar menciptakan jarak aman antara dua megaproyek demi keselamatan penerbangan. Namun, setelah berulang kali pertemuan yang difasilitasi Kementerian Perhubungan RI, titik temu antara keduanya belum juga tercapai.
Terpisah, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menilai konflik yang terjadi antara PT Angkasa Pura I dengan PT Jogja Magasa Iron (JMI) adalah hal wajar dalam perkembangan megaproyek bandara internasional di Kulonprogo. Beberapa kali perundingan antara AP dengan JMI yang difasilitasi Kementerian Perhubungan tak kunjung membuahkan kesepakatan antara keduanya.
“Kalau belum ada titik temu yang paling clear, paling detail, ya itu hal wajar. Namanya bandara kan tidak semudah membangun lainnya, butuh pencermatan detail. Itu bukan konflik,” ucap Hasto dijumpai usai penyerahan SPT Pajak di Bangsal Kepatihan.
Skandal Kuliner Terkait :
Bakpia Tidak Asli Merajalela di 7 Titik Penting di Yogya