Cuaca Ektrem
Belasan Rumah di Kecamatan Prambanan Rusak akibat Hujan Disertai Angin
Selain rumah Samdiyo, ada belasan rumah lain yang mengalami kerusakan ringan.
Penulis: oda | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ketika hujan disertai dengan angin yang cukup kencang melanda wilayah Prambanan, rumah milik Samdiyo (55), warga Dukuh Sunggingan Kulon, Rt 01 Rw 01, Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, tertimpa Pohon Beringin Jawa. Mengetahui atapnya runtuh, empat anggota keluarga di rumah tersebut, berlari ke luar rumah.
“Saat itu hujan dan ada angin gedhe, sekitar pukul 12.30 WIB. Pohon di samping belakang rumah langsung ambruk menimpa rumah, dan genteng-genteng rontok. Tahu hal itu, kami langsung lari keluar rumah. Di dalam rumah ada saya, adik, bapak dan ibu saya,” jelas Arif Hardiyanto (23), anak dari Samdiyo, di Klaten, Jumat (21/2/2014).
Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun atap rumah Samdiyo mengalami kerusakan hingga hampir 80 persen. Pasalnya, pohon yang berjarak sekitar 15 meter tersebut berdiameter sekitar 80 centimeter dengan ketinggian sekitar 40 meter memiliki banyak cabang.
Sementara itu, Kepala Desa Brajan, Saptono, mengatakan ada tiga titik kejadian pohon tumbang di desanya. Pohon terbesar yang tumbang dari akarnya dan berdampak paling parah yang menimpa Samdiyo. Selain rumah Samdiyo, ada belasan rumah lain yang mengalami kerusakan ringan.
“Belasan rumah yang rusak lain hanya berupa genteng yang beterbangan. Ada beberapa pohon yang tumbang menghalangi jalan. Namun kedua hal itu sudah ditangani warga. Untuk rumah Samdiyo yang paling parah. Kerugian akibat kerusakan ini diperkirakan sekitar Rp 15 juta,” tuturnya.
Mendengar informasi tersebut, sekitar puluhan personil Tim Search And Rescue (SAR) Klaten, beserta Relawan Turahan Awu datang ke lokasi untuk mengevakuasi pohon besar tersebut. Sejumlah peralatan chain saw dan golok dibawa ke lokasi. Namun, tim gabungan tersebut mengalami kendala untuk melakukan penanganan cepat.(oda)