Gunung Kelud Meletus

Letusan Gunung Kelud Rusak 19 Ribu Rumah di Kabupaten Kediri

Letusan dahsyat Gunung Kelud telah mengakibatkan kerusakan 19.136 unit rumah penduduk di Kabupaten Kediri.

Editor: Rina Eviana Dewi

TRIBUNJOGJA.COM, KEDIRI -Letusan dahsyat Gunung Kelud telah mengakibatkan kerusakan 19.136 unit rumah penduduk di Kabupaten Kediri. Malahan 8.622 rumah di antaranya mengalami rusak parah, 5.426 rusak sedang dan 5.088 rusak ringan.

Data sementara yang berhasil dihimpun Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Kediri menyebutkan, kerusakan rumah menyebar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Puncu, Ngancar, Kepung dan Plosoklaten.

"Dua kecamatan yang paling parah mengalami dampak letusan Gunung Kelud menimpa Kecamatan Puncu dan Kepung. Ada ribuan rumah yang rusak," ungkap Adi Suwignyo, Seksi Penerangan dan Informasi Satlak PBP Kabupaten Kediri kepada Surya (Tribun Network), Kamis (20/2/2014).

Di Kecamatan Puncu ada tiga desa yang paling menderita akibat letusan Gunung Kelud menimpa Desa Puncu tercatat 1.732 rumah rusak berat dan 433 rusak sedang. Desa Asmorobangun 1.756 rumah rusak berat dan 504 rusak sedang dan Desa Satak 756 rumah rusak berat dan 189 rusak sedang.

Sementara di Kecamatan Kepung tiga desa yang mengalami kerusakan parah menimpa Desa Kebonrejo tercatat 1.120 unit rumah rusak berat dan 172 rusak sedang, Desa Kampungbaru 1.168 rumah rusak berat dan 315 rusak sedang serta Desa Besowo 1.642 rumah rusak berat dan 460 rusak sedang.

Kerusakan parah ribuan rumah di Kecamatan Puncu dan Kepung karena lokasinya paling dekat dengan puncak Gunung Kelud. Selain itu arah letusan dan pasir serta abu vulkanik mengarah ke utara.

Sedangkan di Kecamatan Ngancar kerusakan rumah menyebar di 10 desa dengan total rumah rusak berat mencapai 143 unit dan rusak sedang 3.350 unit.

Sedangkan di Kecamatan Plosoklaten rumah yang rusak tersebar di tiga desa masing-masing Desa Wonorejo Trisulo, Sepawon dan Jarak. Rumah yang rusak berat jumlahnya 105 unit.

Sejauh ini Adi Suwignyo masih belum dapat memastikan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat yang rumahnya mengalami rusak parah.

"Sementara petugas masih melakukan pendataan terlebih dahulu. Namun yang paling mendesak adalah bantuan genteng atau asbes serta kayu," jelasnya.(*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved