Hingga Rabu Dinihari, Pemancing Hilang di Kali Opak Masih Belum Ditemukan
Ia diduga terseret arus Kali Opak saat memancing ikan yang dilakukannya sejak Senin (27/1/26/2014) sore.
Penulis: Agus Wahyu | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agus Wahyu Triwibowo
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Pongki Marantika (40), warga Dusun Barongan, Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, diduga tenggelam di Kali Opak Dusun Sindet Desa Kembangsongo, Jetis, Bantul, Selasa (28/1/2014). Pria asli Samaan Kelurahan Purbayan, Kotagede, itu diduga terseret arus Kali Opak saat memancing ikan yang dilakukannya sejak Senin (27/1/26/2014) sore. (Baca : Seorang Pemancing Diduga Hilang di Sungai Opak)
Heni, istri korban, menuturkan suaminya pamit pergi memancing pada Senin (27/1/2014) sore. Tapi ia sudah kehilangan kontak dengan Pongki sejak Senin (27/1/2014) pukul 20.00 WIB.
“Dia seharusnya menjemput saya di tempat kerja (Kotagede) setiap pukul 20.30 WIB. Biarpun hobi mancing, tapi suami saya pasti menyempatkan dulu menjemput saya. Saya coba hubungi pukul 20.00 tak diangkat, bapaknya juga SMS habis magrib juga nggak dibalas,” tutur Heni di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (28/1/2014) malam.
Pongki, yang lebih akrab disapa Cemeng atau Manoek itu, diduga hilang pada Selasa (28/1/2014) pagi oleh warga Sindet Kembangsongo. Warga setempat curiga karena di TKP ada barang-barang yang akhrinya diketahui milik korban, namun tak ada orang disana hingga sore hari.
“Motor, dompet, handphone, helm, dan jaket ada di pinggir sungai tempat dia memancing. Sekarang ada diamankan di Polsek Jetis. Kita tahunya juga setelah polisi menelepon PMI Kota karena korban punya kartu PMI,” ujar Anggun Gunadi dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan SAR DIY, yang juga rekan korban di TKP.
Dari pantauan Tribun Jogja hingga Rabu dinihari pukul 00.30, pencarian yang dilakukan tim SAR DIY, BPBD Bantul, BPBD DIY, PMI Kota Yogyakarta dan Bantul, SAR Polda DIY, serta beberapa komunitas relawan di sepanjang Kali Opak Sindet, Jetis, belum menemukan hasil.
Pagi ini, mereka melakukan penyusuran lagi di TKP untuk mencari korban.(TRIBUNJOGJA.COM)