Jakarta Dikepung Banjir

Spanduk Penolakan Sudetan Sambut Jokowi di Tangerang

Seperti diketahui, panjang sodetan Ciliwung-Cisadane yang rencananya dibangun oleh Pemerintah Pusat

Editor: Mona Kriesdinar

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNJOGJA.COM, TANGERANG - Sabtu (25/1/2014) pukul 09.50 pagi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba di Jalan Bhakti, Tangerang, Banten. Namun, kehadiran Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi diwarnai penolakan rencana pembuatan sodetan yang mengalirkan air dari Kali Ciliwung ke Kali Cisadane dari warga.

Penolakan tersebut terlihat dari banyaknya spanduk yang berjejer di pinggir Kali Cisadane, Tangerang. Setidaknya ada enam spanduk yang dipasang di pagar maupun jembatan di sepanjang Jalan Bhakti.

"Kami tolak sodetan Cisadane, jangan pindahkan masalah banjir ke wilayah kami," demikian tulisan yang terpampang di spanduk-spanduk.
Seperti diketahui, rencana pembuatan sodetan Kali Ciliwung-Cisadane juga sempat ditolak oleh Bupati dan Walikota Tangerang. Terakhir, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno keberatan dengan pembangunan tersebut.

"Banjir di Tangerang saja menyebar dan merata. Saya setuju dengan Wali Kota dan Bupati Tangerang, agar kita jangan bicara sodetan dulu, tapi jalurnya yang harus dipersiapkan," kata Rano Karno, Rabu (22/1/2014).

Seperti diketahui, panjang sodetan Ciliwung-Cisadane yang rencananya dibangun oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum yaitu 1,9 kilometer dengan dua terowongan.

Dengan dibangunnya sodetan, diyakini bisa mengalirkan air 300 meter kubik per detik untuk masing-masing terowongan dan aair yang dialirkan dari Ciliwung ke Cisadane 600 meter kubik per detik. Hulu sodetan sendiri berada di Bendung Katulampa (Bantar Kemang), Bogor, Jawa Barat. Kemudian bermuara di empang Cisadane).(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved