Indeks Harga Saham Gabungan
Investor Wait and See Terhadap Perubahan Lot
Total Perdagangan di BEI tercatat 3.3 Trilyun dengan rincian Pasar Reguler 2.8 Trilyun dan Pasar Negosiasi 500 Milyar
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari selasa 7 Januari 2014 kembali mengalami penurunan sebesar 27 poin atau -0.64 persen ke level 4,175.81.
Total Perdagangan di BEI tercatat 3.3 Trilyun dengan rincian Pasar Reguler 2.8 Trilyun dan Pasar Negosiasi 500 Milyar. Investor asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih sebesar 294 Milyar.
Sektor-sektor yang menekan laju index yaitu Sektor Agri -2.76 persen, Sektor Property -1.4 persen, Sektor Infrastruktur -1.0 persen dan sektor Mining -0.99 persen. Sektor yang menguat hanya Sektor Perbankan +0.07 persen.
Awal Perdagangan Bursa sempat naik 10 poin dan berada di area hijau, tetapi nampaknya investor melakukan penjualan sehingga membuat index tertekan lebih dalam sampai penutupan bursa.
Untuk Bursa Regional ditutup beragam, Nikkei -0.59 persen, Shanghai +0.08 persen, Hang Seng +0.13 persen, Kospi +0.32 persen, ASX 200 -0.15 persen.
"Market Indonesia diperkirakan masih flat dan cenderung sepi dikarenakan investor masih wait and see serta adaptasi dengan perubahan sistem "lot" perdagangan dan Fraksi
Harga," kata Analis Danareksa Sekuritas, Rendhy Bramantha Wisudana, Selasa (7/1/2014)
Untuk perdagangan hari Rabu (8/1) setelah 3 hari berturut-turut mengalami penurunan, diperkirakan menguat terbatas dengan Support 4,154 - 4,109 dan Resist 4,218 - 4,256(*)