Breaking News:

Mantan Ratu Kecantikan Jepang Diancam Yakuza

Yakuza memberikan tekanan pada Ikumi Yoshimatsu lantaran sudah menolak tawaran mereka untuk bergabung di industri hiburan

Getty Images
Ikumi Yoshimatsu saat memberikan keterangan pers 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNJOGJA.COM  - Ikumi Yoshimatsu (26), pemenang kontes Miss International di Okinawa tahun lalu ternyata sempat mengalami tekanan dan pelecehan di tangan Yakuza - mafia Jepang. Demikian ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (25/12/2013).

Sumber ini menyebutkan bahwa Yoshimatsu terus mencoba bertahan lebih dari setahun dari tekanan-tekanan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan mafia Jepang yang melegenda tersebut. Tak disangka, ternyata pengalaman pahit gadis berparas cantik ini, memeroleh perhatian serius dari pers di Jepang. Yoshimatsu bahkan dijadikan sebagai ikon perlawanan terhadap dominasi Yakuza di Jepang. Ia pun kebanjiran dukungan yang ia peroleh lewat blog yang kini sudah memiliki lebih dari satu juta orang pengunjung.

Adapun Yoshimatsu sendiri menceritakan bahwa masalah itu dimulai sejak musim semi lalu. Saat itu, ia yang belum dinobatkan sebagai pemenang ratu kecantikan ini, ditawari pekerjaan sebagai aktris dan model oleh Burning Production, sebuah agen pencari bakat di Jepang. Namun tawaran itu ditolak, lantaran ia tahu bahwa rumah produksi itu ternyata memiliki hubungan erat dengan kelompok kejahatan Yamaguchi-Gumi yang dikenal memiliki basis massa yang kuat dan bahwa terbesar di Jepang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Yakuza memang memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap industri hiburan di Jepang. Bahkan pucuk pimpinan mereka dikabarkan memiliki kendali penuh atas sejumlah agen penyalur dan pencari bakat kelas atas.

"Secara moral dan etis, saya tidak bisa bekerja dengan orang-orang tersebut atau rekan-rekan mereka," kata Yoshimatsu pada konferensi pers di Tokyo 16 Desember lalu.

Akibat penolakannya itu, seorang wakil dari Burning Production, Genichi Taniguchi mulai mengganggu dirinay dengan melakukan teror panggilan telepon berkali-kali bahkan hingga mengancam keluarganya. Taniguchi juga menyebarkan fotonya di media massa dan menyewa detektif swasta untuk menguntitnya.

Lantaran tidak nyaman dan merasa terancam, Yoshimatsu kemudian mengajukan tuntutan pidana dan mengajukan perintah penahanan terhadap Taniguchi. Namun, Taniguchi dengan mudahnya membantah tuduhan tersebut. Ia berdalih bahwa saat itu dirinya hanya ingin mengetahui keberadaan manajernya, Matt Taylor yang diakuinya berhutang.

Adapun saat ini, diperkirakan masih ada 60 ribu Yakuza aktif di Jepang. Mereka terbagi atas 22 geng yang tersebar di seluruh wilayah Jepang. Awalnya mereka hanya terlibat dalam berbagai tindak kejahatan semisal pemerasan, pembunuhan, pelacuran, bisnis narkoba, namun sejak tahun 2011, Yakuza mulai merambah di industri keuangan dan hiburan. Meski demikian, metode brutal yang kerap mereka peragakan sepertinya tidak berubah.

"Kekuatan Yakuza seperti halnya Goldman Sachs tetapi dengan senjata api," ucap pengamat Yakuza, Jack Adelstein. (*)

Tags
Yakuza
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved