Indeks Harga Saham Gabungan
Bursa AS Kembali Tekan Bursa Utama Asia
Hari ini indeks ditutup di zona negatif mengikuti pergerakan bursa utama asia.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah mengalami kenaikan tinggi di perdagangan hari Selasa kemarin, hari ini indeks ditutup di zona negatif mengikuti pergerakan bursa utama asia.
"Mayoritas bursa utama asia hari ini diperdagangkan di teritori negative, karena pelemahan yang terjadi di bursa Amerika serikat, pelemahan di AS masih berkisar akan dipercepatnya tapering off oleh the Fed bulan ini," kata Analis Danareksa Sekuritas, Elton Buyung Satrianto, Rabu (11/12).
Hal tersebut diperkuat dengan data ekonomi Amerika yang menunjukkan perbaikan dan suksesnya negosiator anggaran partai democrat sehingga AS dapat terhindar dari Shut Down Januari depan.
Indeks Harga saham gabungan ditutup dengan pelemahan sebesar 3.93 poin atau 0.09 persen dan berada di level 4.271. Pada awal pembukaan IHSG dibuka melemah sempat menguat namun tekanan jual lebih kuat dan mendesak IHSG ke zona negative. Bahkan indeks sempat melemah hingga 1 persen sebelum akhirnya pada penutupan aksi beli membawa indeks hanya melemah 0.09 persen.
Transaksi yang terjadi di bursa relative sepi dengan membukukan total transaksi sebesar 4.453 miliar. Investor asing hari ini membukukan pembelian bersih yang sebesar 171 miliar
Dari bursa utama Asia yang hari ini juga kompak turun, Indeks Nikkei Jepang membukukan penurunan sebesar -0.62 persen, indeks Shangha China juga mengalami pelemahan sebesar -1.49 persen, Indeks Kospi Korea juga mengalami pelemahan -0.78 persen dan indeks Hangseng Hongkong turun -1.71 persen.
Untuk pergerakan hari Kamis (12/12) IHSG diperkirakan masih bergerak dengan rentang support berada di 4.250 - 4.200 dengan resistan indeks di 4.300 - 4.350.(*)
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor MahrizalTRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah mengalami kenaikan tinggi di perdagangan hari Selasa kemarin, hari ini indeks ditutup di zona negative mengikuti pergerakan bursa utama asia.
"Mayoritas bursa utama asia hari ini diperdagangkan di teritori negative, karena pelemahan yang terjadi di bursa Amerika serikat, pelemahan di AS masih berkisar akan dipercepatnya tapering off oleh the Fed bulan ini," kata Analis Danareksa Sekuritas, Elton Buyung Satrianto, Rabu (11/12).
Hal tersebut diperkuat dengan data ekonomi Amerika yang menunjukkan perbaikan dan suksesnya negosiator anggaran partai democrat sehingga AS dapat terhindar dari Shut Down Januari depan.
Indeks Harga saham gabungan ditutup dengan pelemahan sebesar 3.93 poin atau 0.09 persen dan berada di level 4.271. Pada awal pembukaan IHSG dibuka melemah sempat menguat namun tekanan jual lebih kuat dan mendesak IHSG ke zona negative. Bahkan indeks sempat melemah hingga 1 persen sebelum akhirnya pada penutupan aksi beli membawa indeks hanya melemah 0.09 persen.
Transaksi yang terjadi di bursa relative sepi dengan membukukan total transaksi sebesar 4.453 miliar. Investor asing hari ini membukukan pembelian bersih yang sebesar 171 miliar
Dari bursa utama Asia yang hari ini juga kompak turun, Indeks Nikkei Jepang membukukan penurunan sebesar -0.62 persen, indeks Shangha China juga mengalami pelemahan sebesar -1.49 persen, Indeks Kospi Korea juga mengalami pelemahan -0.78 persen dan indeks Hangseng Hongkong turun -1.71 persen.
Untuk pergerakan hari Kamis (12/12) IHSG diperkirakan masih bergerak dengan rentang support berada di 4.250 - 4.200 dengan resistan indeks di 4.300 - 4.350.(*)