Angie Menilai Ada Kejanggalan dalam Putusan Kasasi MA

Angie makin tertekan mentalnya karena mengetahui ada kejanggalan dalam putusan yang lebih berat dari vonis sebelumnya.

Angie Menilai Ada Kejanggalan dalam Putusan Kasasi MA
Warta Kota/Henry Lopulalan
Terpidana kasus korupsi proyek Hambalang, Angelina Pingkan Patricia Sondakh, seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (6/12/2013). Ia pingsan seusai diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia dengan tersangka mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Lucky Sondakh, ayahanda Angelina Sondakh, mengungkapkan putrinya mengalami depresi setelah Mahkamah Agung (MA) memperberat hukumannya menjadi 12 tahun dan diwajibkan membayar ganti rugi hampir Rp 40 miliar atas kasus suap proyek Kemenpora dan Kemendiknas. Angie, -sapaan Angelina Sondakh, makin tertekan mentalnya karena mengetahui ada kejanggalan dalam putusan yang lebih berat dari vonis sebelumnya.

Menurut Lucky, hal itu pula yang membuat Angie terus menangis saat tiba dan meninggalkan kantor KPK usai diperiksa sebagai saksi untuk kasus Muhammad Nazaruddin. Bahkan, Angie sempat pingsan saat meninggalkan kantor KPK pasca pemeriksaan itu.

"Wah pasti (Angie kesal) dong. Kita sih kalau memang hukumannya setimpal dengan perbuatannya, ya Ok, no problem. Tapi kan kita lihat ada keanehan, ada kejanggalan, terkait putusan itu. Itu yang bikin dia depresi," kata Lucky usai menemui Angie di ruang klinik kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/12).

Selain kepikiran beratnya hukuman dari MA, pikiran Angie makin terbebani dengan kondisi putra hasil pernikahannya dengan mendiang Adjie Massaid. "Dia mengeluh secara psikologis, mikir anaknya, mikir opah omahnya. Stress itu sudah pasti."

Menurut Lucky, di satu sisi Angie selalu siap untuk kooperatif dengan pihak KPK. Di sisi lain, Angie melihat ada kejanggalan dari putusan kasasi yang dikeluarkan oleh MA.

"Dia bilang, saya kok dihukum tidak setimpal dengan apa yang saya lakukan. Tapi, dia harus kooperatif untuk pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi, kan kita harus lihat aspek-aspek keadilannya, kebenarannya, dan kemanusiannya," tutur Lucky mengulangi curhat Angie kepadanya.

Lucky memilih tidak menjawab saat ditanya kejanggalan yang dialami Angie terkait vonis kasasi dari MA. "Wah saya enggak mau komentar soal kejanggalan itu. Menurut Anda saja kejanggalannya di mana," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Lucky, anak-anak Angie sudah mengetahui ibundanya itu mendapatkan hukuman penjara lebih lama.

"Tapi, tugas kita untuk beri pengertian ke anak-anak. Yang penting, jangan sampai koleps psikisnya. Tolong doakan yah. Dalam iman saya, Christiani, selalu mendoakan dia," ucapnya.

Lucky menambahkan, saat ini putra hasil pernikahan Angie dan mendiang Adjie Massaid, Keanu, berada dalam perawatannya.(*)

Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved