Breaking News:

Ekspor Menguat, Asmindo Tetap Pertahankan Pasar Domestik

Kondisi saat ini Indonesia mulai kebanjiran produk asing yang mempunyai harga yang sangat kompetitif.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ditengah melemahkam nilai tukar rupiah, Asosiasi Pengusaha Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) berkomitmen akan tetap memperkuat pasar domestik, agar tidak dilibas oleh membanjirnya produk asing.

Dewan Penasehat Asmindo, Ambar Tjahjono mengungkapkan depresiasi nilai rupiah terhadap dollar yang saat ini sudah menembus Rp11 ribu, diakui memang menguntungkan eksportir, karena dengan harga yang murah akan meningkatkan nilai ekspor.

"Bahkan kenaikan neraca ekspor saja mencapai 10 persen sampai 15 persen,” ujarnya di Yogyakarta, Kamis (5/12/2013).

Meski demikian, Ambar mengingatkan kondisi yang baik ini tidak boleh melupakan pasar domestik, karena kondisi saat ini Indonesia mulai kebanjiran produk asing yang mempunyai harga yang sangat kompetitif.

"Kita lihat saja produk asal China semakin dahsyat dengan harga yang murah. Jangan sampai hanya fokus menggenjot ekspor, justru pasar domestik malah diambil alih produk asing. Ini perlu diwaspadai," kata Ambar.

Ketua Asean Furniture Industry Council (AFIC) ini juga mengatakan pelaku industri ini diharapkan dapat segera memperkuat pasar domestik. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi industri kecil untuk bangkit dipasar domestik, sementara industri besar tengah fokus meningkatkan nilai ekspor.

“Akhir Desember ini pasar akan cenderung naik. Waktu yang tepat untuk meningkatkan penjualan pasar domestik dan harus semuanya berharga murah dengan banyak diskon,” tandasnya.

Ketua DPD Asmindo DIY Yuli Sugianto menambahkan pasar domestik saat ini mengalami peningkatan cukup baik. Tren pasar akan nampak naik di bulan Desember ini, di mana peningkatannya baru akan terlihat pada awal tahun 2014.

“Tapi realisasi pertumbuhan ekspor mebel DIY, agaknya akan mengalami penurunan di tahun ini. Ini baru prediksi saya, karena tidak ada order dari buyer. Penurunannya mungkin sekitar 15 persen sampai 20 persen,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan produk DIY masih cukup digemari oleh pasar luar negeri. Potensi market Asia, terutama China dan Vietnam memberikan kontribusi baik bagi pertumbuhan mebel di kota ini. Sementara untuk market domestik, permintaan produk mebel masih didominasi oleh desain minimalis style.

“Produk DIY yang masih cukup diminati pasar trennya didominasi oleh solid wood, minimalis style, dan recycle wood,” pungkasnya.(vim)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved