Breaking News:

Ini Cerita Dibalik Karya Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera

Arsip yang digunakan Hindra Setya Rini untuk karya “Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera” adalah buku ‘Paledang: Perahu Pemburu Ikan Paus'

Ini Cerita Dibalik Karya Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera
Tribun Jogja/Riezky Andhika P
Tim Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arsip yang digunakan Hindra Setya Rini untuk karya “Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera” adalah buku ‘Paledang: Perahu Pemburu Ikan Paus'. Ada bagian dari buku ini yang dibacakan pada awal pertunjukan. Di museum NTT, juga terdapat kerangka paus yang di sekelilingnya ada informasi-informasi berupa tulisan.

Para peserta workshop dari empat sekolah, SMA Muhammadiyah Kupang, SMAK Giovanni, SMAN 3 Kupang, dan SMKN 1 Kupang mencatat informasi yang mereka anggap menarik, lalu dijadikan bahan untuk naskah. Selain itu, ada juga album ‘Return to Lamalera’. Lagu di album itu dinyanyikan oleh anak-anak SMA saat pementasan.

Gagasan proses karya ini adalah pendekatan story telling. Perempuan yang sejak setahun lalu juga aktif sebagai fasilitator untuk pemutaran film percaya bahwa semua orang bisa bercerita, namun cara berceritanya yang berbeda.

Untuk karya ini, Hindra menegaskan para siswa SMA tersebutlah yang membuatnya, mulai dari naskah, persiapan pentas. Posisi Hindra hanya mengarahkan agar tampilannya lebih menarik, bukan mengajarkan. "Semangat kami adalah sebagai pemantik. Setelah itu mereka bisa bikin lagi pementasan yang lain dengan tradisi-tradisi mereka yang lain," ungkapnya.

Ke depannya kreator dan manager program di bioscil (bioskop kecil) Yogyakarta ini telah menyiapkan sebuah buku catatan kreatif. Rencananya Desember-Januari mendatang sudah bisa diakses publik. (*)

Penulis: rap
Editor: Ikrob Didik Irawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved