Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG Turun Tipis ke Level ke 4.233
Penutupan perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia, IHSG mencatatkan pelemahan -17.56 poin
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gagal melanjutkan penguatan hari sebelumnya, pada perdagangan Kamis (28/11), indeks harga saham gabungan ditutup terkoreksi.
Penutupan perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia, IHSG mencatatkan pelemahan -17.56 poin atau sebesar -0.41 persen dan ditutup di 4.233,93 dengan nilai transaksi mengalami penurunan, tercatat sebesar 3.6 Triliun.
Analis Danareksa Sekuritas, Yonathan Adrian Wijayanto mengatakan ketidak pastian stimulus keuangan The Fed, nilai tukar Rupiah, dan data inflasi per November, masih membayangi investor. Sempat dibuka di area positif pada sesi 1, IHSG bergerak liar diteritori positif dan negatif.
"Sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar Rupiah yang hari ini menembus angka Rp 12.000,- yang membayangi investor menjadi faktor pemicu koreksi di IHSG," imbuhnya, Kamis (28/11).
Pada perdagangan Kamis (28/11) mayoritas sektor mencatatkan pelemahan. Dipimpin oleh sektor pertambangan sebesar -1.33 dan sektor properti sebesar -1.06 persen. sementara itu sektor yang mengalami penguatan adalah sektor infrastruktur sebesar +0.84 persen.
Dari perdagangan bursa utama Asia , mayoritas indeks mengalami penguatan. Hanya indeks Hangseng yang mencatatkan pelemahan tipis sebesar -0.07 persen, indeks Nikkei menguat +1.8 persen , indeks Shanghai menguat +1.04 persen, dan indeks Kospi menguat +0.84 persen.
Untuk perdagangan hari Jumat (29/11) IHSG diperkirakan bergerak melemah menguji level support di 4207 dan level resistan berada pada 4330.
Saham Pilihan
Wait and see, dan perhatikan saham-saham Big Caps yang sudah mengalami koreksi dan mendekati area support kuat, antara lain BBRI, BMRI dan UNVR.(*)