Aksi Mogok Dokter

Ratusan Dokter Gelar Unjuk Rasa Mulai dari MA Sampai HI

Aksi mogok dokter kandungan se-Indonesia, merupakan bentuk solidaritas atas kasus dr Dewa Ayu Sasiary Prawani di Manado

Ratusan Dokter Gelar Unjuk Rasa Mulai dari MA Sampai HI
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ratusan dokter dan mahasiswa Kedokteran se-Makassar yang tergabung dalam Forum Aksi Solidaritas Dokter Makassar Menggugat (FASDMM) melakukan aksi solidaritas menolak kriminalisasi dokter di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (26/11/2013). Mereka menolak tindakan kriminalisasi terhadap dr Dewa Ayu Sasiary Prawani SpOG, dr Hendry Simanjuntak SpOG, dan dr Hendy Siagian SpOG atas tindakan medis yang mereka lakukan terhadap pasien yang menyebabkan kematian pada April 2010 lalu di Manado.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Ratusan dokter hari ini menggelar aksi demo di beberapa titik di Jakarta, seperti di Mahkamah Agung, Istana Negara, dan Bundaran HI.

Aksi mogok dokter kandungan se-Indonesia, merupakan bentuk solidaritas para dokter atas kasus dr Dewa Ayu Sasiary Prawani di Manado, yang dituduh melakukan malapraktik.

Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, beberapa aksi unjuk rasa dokter di Jakarta, Rabu (27/11/2013) adalah:

1. Aksi di Bundaran Hotel Indonesia, kantor Mahkamah Agung, depan Istana Negara. Dilakukan massa dari Dokter Indonesia Bersatu, pukul 08.00-12.00 WIB.

2. Aksi di Kantor Mahkamah Agung dilakukan massa Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, pukul 09.00-12.00 WIB.

3. Aksi di Tugu Adipura Jalan Veteran Kota Tangerang, dilakukan massa dari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Tangerang, pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, seluruh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) atau spesialis kandungan di seluruh Indonesia, mengancam mogok kerja sehari, sebagai bentuk solidaritas para dokter atas kasus dr Dewa Ayu Sasiary Prawani.

dr Dewa Ayu dipidana di Manado, karena dituduh melakukan malapraktik. Imbauan mogok kerja sehari muncul dari dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dan Pengurus Besar Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PB POGI). (*)

Editor: dik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved