Dalam Sepekan, Cukrik di Sidoarjo Renggut Lima Nyawa
Selama sepekan ini, lima warga Sidoarjo dari dua kecamatan tewas setelah pesta minuman keras (Miras) jenis cukrik
TRIBUNJOGJA.COM, SIDOARJO- Selama sepekan ini, lima warga Sidoarjo dari dua kecamatan tewas setelah pesta minuman keras (Miras) jenis cukrik. Terakhir, tiga warga Balongbendo yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Anwar Medika Krian akhirnya tewas.Korban tewas pertama kali adalah Heri Susanto (25), dimakamkan pada Senin (25/11/2013). Setelah itu Suwandi Purwanto (20), meninggal dunia pukul 16.00 WIB, dan M Syaifudin alias Mamat (35), meninggal dunia pukul 22.40 WIB.
Sedang seorang korban yang masih dirawat di RS Anwar Medika adalah Nanang (20), warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo.
Korban Nanang masih bisa diajak komunikasi oleh penyidik Polsek Balongbendo dan Satpidum Polres Sidoarjo. Lewat korban Nanang akhirnya terungkap jati diri penjual cukrik.
Sugiantoro alias Yoyok (32), warga Dusun Semawut, Desa Balongbendo tak lain adalah penjual cukrik tersebut. Ia ditangkap di daerah Kletek, Kecamatan Taman saat turun dari bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tujuan Jember- Surabaya. Pascakematian ketiga korban, Yoyok berusaha kabur ke Jember tapi balik lagi Sidoarjo.
Dari rumah Yoyok, polisi menemukan 40 botol cukrik siap jual. Dari pengakuan Yoyok, polisi juga menangkap pemasok cukrik yakni Sunaryo alias Sogol (32), warga Sumokembangsri, Balongbendo dan Saman (42), warga Driyorejo, Gresik. Total barang bukti yang disita 70 botol cukrik siap edar.
Informasinya, lima orang yakni Heru Susanto, Wandi Purwanto, Nanang, dan M Syaifudin alias Mamad serta dua temannya asal Mojokerto pesta miras di dekat area persawahan Semawut, Sabtu (23/11/2013) malam.
Setelah pesta miras, mereka tidak merasakan apa-apa, tetapi pada Senin (25/11/2013) pagi korban Heru merasakan dadanya panas dan minta dibawa ke RS Anwar Medika. (*)