Pilih Mana, Game Online atau Dolanan Anak?
Camat Godean, Priyo Handoyo menjelaskan bahwa permainan tradisional anak masa lalu mengandung banyak filosofi
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Berbagai permainan tradisional anak dapat disaksikan di Godean Creative Fair yang digelar pada 5-9 November di Komplek Lapangan Ahmad Zaini Godean. Kegiatan tersebut membuktikan bahwa dolanan anak tidak kalah dibanding permainan modern dan game online yang makin marak.
Camat Godean, Priyo Handoyo menjelaskan bahwa permainan tradisional anak masa lalu mengandung banyak filosofi. Untuk itu ia berupaya merevitalisasi dolanan anak tersebut dalam sebuah acara kreatif.
"Banyak dolanan anak yang mempunyai nilai filosofis sangat tinggi jika dibandingkan permainan online yang ada saat ini. Permainan anak mengajarkan kerja sama, saling percaya, dan kompak," ujarnya, Rabu (6/11/2013).
Ia mengakui bahwa kini dolanan anak sudah tidak lagi diminati oleh anak-anak. Untuk itu, pihaknya berupaya mengembalikan masa kejayaannya dengan menyelenggarakan kegiatan yang menampilkan berbagai dolanan anak masa lalu.
Tak hanya ingin mengembalikan dolanan anak, ia juga berencana akan menjadikan dolanan sebagai ikon Kecamatan Godean. Maka dari itu, ia meminta lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SD agar memperkenalkan permainan tradisional peninggalan lelulur itu.
Pada kegiatan yang dihadiri sebanyak 660 siswa dari 33 SD di Godean itu ditampilkan berbagai dolanan anak, di antaranya adalah gobak sodor, tarik tambang, hingga sandal grapyak.
Seorang Guru SD Sidomoyo, Slamet menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai pihak di Kecamatan Godean itu. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk saling berinteraksi dengan siswa dari sekolah lain.
Menurutnya, kegiatan yang menampilkan sejumlah dolanan anak itu akan memberikan dampak baik bagi anak didiknya. Hal itu karena setiap permainan tradisional anak selalu mengajarkan hal positif, bukan negatif.
"Semua permainan tradisional mengajarkan anak untuk siap menerima kekalahan. Selain itu, kalau saling kenal, mereka tidak akan ada saling berkelahi," jelasnya.(wid)