KPK Tangkap Ketua MK

KPK Juga Sita Toyota Fortuner Putih

Johan menjelaskan, mobil tersebut merupakan kendaraan yang digunakan para terperiksa, saat diamankan dalam OTT malam tadi.

KPK Juga Sita Toyota Fortuner Putih
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel mobil dinas milik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Royal Saloon berpelat nomor RI 9, yang diparkir di rumah dinasnya di Kompleks Menteri, Jalan Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013). Akil Mochtar ditangkap KPK Rabu malam.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Selain mengamankan uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat (AS), KPK juga mengamankan sebuah mobil dalam operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam.

"Jadi ada mobil yang diamankan juga, (Toyota) Fortuner warna putih," ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, di Gedung KPK, Kamis (3/10/2013).

Johan menjelaskan, mobil tersebut merupakan kendaraan yang digunakan para terperiksa, saat diamankan dalam OTT malam tadi.

"Itu adalah kendaraan yang dipakai untuk oleh JHN dan CN, waktu ber kunjung kerumah AM," tuturnya.

Sementara, Johan mengatakan saat ini mobil tersebut telah diamankan dan berada di KPK.

Diberitakan sebelumnya, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang pada Rabu (2/10/2013) pukul 22.00 WIB.

Ketiganya adalah Ketua MK Akil Mochtar, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa, dan CN yang diduga pengusaha. Mereka ditangkap di rumah dinas Akil Mochtar, Perumahan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan.

CHN dan CN ditangkap oleh penyidik KPK, usai serah terima uang dolar Singapura senilai sekitar Rp 3 miliar dengan AM, di rumah dinasnya.

Uang miliaran rupiah diduga terkait perkara sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang berproses di MK.

Penangkapan berlanjut di sebuah Hotel Red Top, Jakarta Pusat. Dari hotel itu, penyidik KPK menangkap dua orang, yakni Hambit Binti alias HB, calon Bupati Gunung Mas, dan DH dari pihak swasta. Kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK dengan status terperiksa. (*)

Editor: mon
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved