Hebat, Badan Usaha Milik Desa Tirtonirmolo Beromzet Miliaran Rupiah

75 Desa di Kabupaten Bantul baru terdapat sembilan BUMDes yang sesuai dengan Perda dan terdaftar di Kantor PMD

Laporan Reporter Tribun Jogja, Muhammad Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan, Bantul, layak menjadi percontohan bagi daerah lainnya. Kenapa tidak, BUMDes yang berdiri sejak tahun 1990 dengan modal awal Rp 1 juta dan bantuan stimulan Rp 10 juta saat ini memiliki omzet Rp 8,7 miliar.

"Baru ada satu BUMDes yang sangat maju yaitu BUMDes Tirtonirmolo Kasihan, dengan mengembangkan berbagai usaha termasuk kegiatan simpan pinjam," kata Kasi Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Bantul, Yan Riyanto S Sos, Senin (23/9/2013).

Ia menyebutkan, dari 75 Desa di Kabupaten Bantul baru terdapat sembilan BUMDes yang sesuai dengan Perda dan terdaftar di Kantor PMD.

Antaralain Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan, Desa Argorejo Kecamatan Sedayu, Desa Tirtohargo dan Tirtosari Kecamatan Kretek, Desa Sumberagung Kecamatan Jetis, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon, Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Desa Gadingsari Kecamatan Sanden, dan Desa Sidomulyo Kecamatan Bambanglipuro.

Yan mengatakan, tujuan didirikannya BUMDes, yaitu untuk mewadahi kegiatan-kegiatan perekonomian yang ada di desa, dan mempermudah masyarakat untuk mengembangkan perekonomian dan meningkatkan PAD Desa tersebut.

Sebenarnya, lanjutnya, hampir setiap desa di Kabupaten Bantul sudah mempunyai lembaga sejenis BUMDes, namun masing-masing masih belum bersedia mendaftarkan.

"Seperti dengan menyertakan lembaga Notaris dan masih enggan mendaftarkan diri di PMD. Kebanyakan dari mereka juga sudah banyak melaksanakan kegiatan perekonomian di desanya pula dengan cukup bagus," jelas Yan.

Kabag Pemdes, Sigit Widodo menambahkan, untuk memberdayakan masyarakat desa, terdapat Alokasi Dana Desa (ADD) di Bantul. Pada tahun 2011 ada sekitar Rp 23 miliar, tahun 2012 sekitar Rp 22,4 miliar dan tahun 2013 turun menjadi Rp 12,5 miliar.

"Pemberian ADD untuk setiap desa tidak sama, tergantung dari jumlah penduduknya, jumlah kemiskinan, jarak desa dari kota," katanya.(had)

Penulis: had
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved