Semburan Lumpur di Purworejo

Semburan Gas di Purworejo Berasal dari Gasifikasi Rawa Purba

Hasil penelitian sementara menunjukkan gas yang menyembur tidak beracun dan berpotensi untuk dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat sekitar

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rinto Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Beberapa saat setelah terjadi semburan lumpur yang kemudian disusul gas alam di desa Lubang Kidul kecamatan Butuh, Purworejo pada Kamis (5/9/2013) lalu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah segera mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Hasil penelitian sementara menunjukkan gas yang menyembur tidak beracun. Selain itu, semburan gas berpotensi untuk dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono kepada Tribun Jogja mengatakan, gas yang menyembur di dekat kolam ikan milik Ponco Sumarmo tersebut tidak berbahaya. “Itu hanya gas rawa (metan-CH4)/biogenik  tidak berbahaya, karena sejarah geologi yaitu zaman miosum (kemungkinan yang dimaksud adalah zaman miosen, Zaman Miosen lebih kurang berumur 26 - 5 juta tahun yang lalu, yang termasuk ke dalam Zaman Tersier dalam perkembangan kebumian, red). Ada proses tektonik timbul graben menjadi  rawa purba (sisa tanaman purba banyak). Lalu (karena, red) proses sedimentasi berlangsung terus terjadi gasifikasi (akibat pembebanan) terjebak pada batlempung. Ketika ujung alat bor menembus lap batlempung lalu keluar gas,” jelas Teguh melalui pesan singkat kepada Tribun Jogja, Senin (9/9/2013).

Teguh melanjutkan, semburan gas tidak hanya muncul di Purworejo namun juga di beberapa daerah lain. Saat ini oleh Dinas ESDM Jateng potensi tersebut sudah di kembangkan di beberapa pedesaan di Jateng untuk pengganti LPG. Hal ini dilakukan sebagai wujud kemandirian Energi Pedesaan (DME).

Ketika disinggung mengenai potensi bencana seperti yang terjadi di Sidoarjo, Teguh tegas menyatakan semburan gas di Butuh berbeda. “Yang pasti gas ini beda dengan Lapindo (lapindo berkaitan dengan gas Hidrokarbon),” katanya.

Sedangkan terkait rencana pemanfaatan gas di Lubang Kidul, Teguh menyatakan hal tersebut cukup terbuka. Namun demikian, masih perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai potensinya. Apabila memang memiliki potensi yang cukup, pihaknya akan membangun instalasi agar gas bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Namun untuk kepastian penelitian potensi tersebut, hal tersebut masih dalam proses,” imbuhnya.

Kepada masyarakat sekitar lokasi semburan gas, Teguh mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik dan terprovokasi kabar yang tidak benar. Juga, masyarakat diharapkan tidak menyalakan api di radius 10 meter dari lokasi semburan. “Selain itu, apabila membuat sumur, kedalamannya jangan lebih dari 10 meter,” katanya.

Sementara itu, kepala desa Lubang Kidul, Fahmi Aji mengatakan, api mulai menyala stabil sejak Minggu (8/9/2013). Untuk pengamanan, lubang sumur bor tersebut kini diberi bis beton dan di sekeliling dipagar bambu seluas enam meter persegi.

"Garis polisi atau police line yang dipasang petugas polisi Butuh ternyata banyak diterobos anak-anak. Untuk menjaga hal-hal tak dinginkan, warga akhirnya memberikan beton bis dan memagari lokasi dengan bambu," ujar Fahmi.

Fahmi melanjutkan, dari hari ke hari sejak semburan lumpur pada Kamis dan berkembang menjadi semburan gas dan api, pengunjung terus membanjiri lokasi di Lubang Kidul. Ribuan pengunjung, tak hanya dari Purworejo saja, melainkan juga dari Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta, Gunung Kidul, Magelang, dan Wonosobo.

Sementara untuk area parkir yang semula di halaman aula Ponpes Darusalam, kini bertambah lagi di tiga lokasi parkir.

"Untuk para pengunjung sementara ini memang belum kami pungut (uang sumbangan, red). Kemungkinan setelah kami musyawarahkan dengan warga, pengunjung yang akan melihat semburan api akan kami minta sumbangan sukarela di pintu masuk," imbuh Fahmi.(toa)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved