Krisis Suriah
Kekuatan Militer Ini yang Mungkin Digunakan Amerika Jika Menyerang Suriah
Amerika telah mempersiapkan armada militer mereka untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk terkait krisis di Suriah
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Sementara disisi lain, Suriah menyatakan bahwa pihaknya akan bertekad untuk mempertahankan diri terhadap setiap serangan dengan langkah-langkah "mengejutkan", sementara sekutu-sekutunya Rusia dan Iran memperingatkan penggunaan kekuatan akan menimbulkan konsekuensi di kawasan itu.
Adapun jika penyerangan benar-benar terjadi, militer Amerika memiliki sejumlah pilihan tentang bagaimana melakukan penyerangan terhadap Suriah tersebut. Semisal melancarkan serangan pada malam hari. Berikut dukungan militer Amerika yang diperkirakan akan dimobilisasi untuk menyerang Suriah.
Armada ke-6 yang berbasis di Naples, Italia telah siap dengan begitu banyak unit logistik dengan dukungan armada pembom. Kapal ini berkekuatan sekitar 1900 marinir yang memiliki kemampuan tempur penyerangan darat serta keahlian tempur dengan kapal selam.
Amerika memiliki cukup banyak pesawat pembom tanpa awak. Kemungkinan besar, Amerika juga akan menggunakannya jika menyerang Suriah.
Jika Amerika Serikat memutuskan untuk meluncurkan serangan bom, maka sepertinya Amerika akan menggunakan B-2S yang diluncurkan dari Whitmen Air Force yang berbasis di Missouri.
Sementara untuk rudal yang digunakan, Amerika Serikat sepertinya akan tetap menggunakan hulu ledak Tomahawk.
Amerika juga kemungkinan besar akan mengerahkan kapal perusak. Angkatan Laut Amerika kini menempatkan empat kapal perusak yang berbasis di Bagian Timur Laut Mediterania. Meliputi The Barry, Mahan, Gravely dan Ramage. Mereka siap menyerang Suriah dengan meluncurkan rudal Tomahawk dari jarak 1000 mil.(*)