Soal Rumah Dinas, Ganjar Pranowo Pilih "Manut" ke Anaknya
Gubernur Jateng Terpilih Ganjar Pranowo sudah ditunjukkan dua rumah dinas gubernur yang bisa ditinggali
Penulis: bbb | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng Terpilih Ganjar Pranowo sudah ditunjukkan dua rumah dinas gubernur yang bisa ditinggali yaitu Puri Gedeh dan Wisma Perdamaian. Namun, dirinya belum bisa memastikan akan menempati yang mana. Bahkan, ganjar mengaku angkut-angkut untuk pindahan.
"Kalau wisma perdamaian kok gedhe banget ya?" katanya saat ditemui usai upacara hari jadi Jawa Tengah ke-63 di lapangan Simpang Lima, Semarang, Kamis (15/8/2013).
Soal rumah dinas, Ganjar menyerahkan sepenuhnya pada anaknya. Terserah anaknya memilih dimana ia akan menurut. Sebagai orangtua ia bisa tidur dimana saja tapi tidak anaknya.
Terkait mobil dinas, ia merasa mobil dinas Bibit Waluyo masih bagus. Bahkan, lebih bagus dari milikya sekarang. Jika bisa memakai mobil bekas Bibit, ia lebih memilih tidak membeli yang baru.
"Yang saya tekankan itu politik anggaran. Jika memang ada yang harus disetip (dihapus) dan harus ada mobil baru, saya pilih Kijang saja yang murah," katanya.
Ia mengatakan, banyak keluhan yang masuk ke telepon selulernya terkait jalan rusak. Ia ingin politik anggaran pada masa kepemimpinannya bisa mengatasi keluhan infrastruktur itu. Menurutnya, daripada menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lebih baik untuk bangun jalan.
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Herry Supangkat menambahkan, kemungkinan Rp 22 Miliar yang dianggarkan akan dibelikan 100 mobdin. Kebijakan pengiritan itu bukan berarti memangkas anggaran.
"Lebih ke, bisa dibelikan berapa mobil. Misalnya Rp 1 sebelumnya cuma bisa dibelikan satu mobil sekarang bisa tiga mobil," ucapnya.
Herry menambahkan, kebijakan pengiritan memungkinkan untuk menunda penghapusan mobdin. Jika ada mobil lama yang masih bisa digunakan, maka pihaknya aakan mempertahankan mobil dinas tersebut. (bbb)