Harga BBM Naik

Harga Komoditas di Purworejo Lepas Landas

Dampak kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pekan lalu langsung dirasakan oleh rakyat kecil.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Dampak kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pekan lalu langsung dirasakan oleh rakyat kecil. Di Purworejo, harga barang kebutuhan pokok naik antara Rp 1000 sampai Rp 2.000. Hal ini menyebabkan beberapa warga khawatir harga kebutuhan pokok tidak terjangkau lagi menjelang Puasa dan Lebaran.

Sujiyah (60) pemilik warung makan di kawasan Kelurahan Tambak, kecamatan/kabupaten Purworejo mengungkapkan kekhawatirannya terkait melonjaknya harga. Menurutnya, harga sejumlah barang langsung naik setelah kenaikan BBM diumumkan.

"Yang paling tinggi cabe rawit, dari Rp 25 ribu perkilo menjadi Rp 40 ribu. Selain itu, harga sayur-sayuran juga naik hampir dua kali lipatnya. Hanya harga bumbu misalnya bawang putih yang malah turun," ungkapnya ketika ditemui Tribunjogja.com di warungnya, Senin (24/6/2013).

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tribunjogja.com di Pasar Induk Baledono Purworejo, sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Hal ini terjadi setelah kenaikan harga BBM diumumkan pemerintah pekan lalu.

Seorang pedagang, Aminatun (54) mengatakan, kenaikan harga terjadi tiga hari terakhir. Harga cabe rawit mengalami kenaikan paling drastis dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam dari harga Rp 14 ribu menjadi Rp 19 ribu. Sementara beberapa barang lain misalnya gula pasir, gula merah, dan sayur-sayuran mengalami kenaikan Rp 200-Rp 1000.

"Tapi, meski naik kaya sekarang, pembeli malah rame. Soalnya mereka butuh untuk persiapan Lebaran. Nanti kalau jelang Lebaran, baru harga malah berangsur turun," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Purworejo Dra Suhartini MM melalui Kepala Bidang Perdagangan, Bambang Gatot Senoaji mengatakan, naiknya harga sejumlah barang kebutuhan tidak hanya disebabkan kenaikan harga BBM.

"faktor cuaca dan ketersediaan pasokan juga berpengaruh. Misalnya harga cabe rawit yang naik drastis itu juga dipengaruhi cuaca dan musim. Itu diperparah lagi dengan naiknya biaya transportasi karena kenaikan harga BBM," katanya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga barang yang dirasa dapat memberatkan masyarakat, lanjut Gatot, pihak Disperindagkop telah menyiapkan sejumlah langkah. Penanganan tersebut antara lain dalam bentuk pengadaan operasi pasar dan pasar murah.

"Untuk operasi pasar yang berhak memberikan keputusan dari dinas di provinsi. Sementara untuk pasar murah memang akan kami agendakan selama bulan puasa diseluruh kecamatan di Purworejo. Anggaran untuk tahun ini masih sama dengan tahun lalu yaitu Rp 224.311 juta untuk 22 kali event," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved