Harga BBM Naik

Publik Tak Simpati Sikap PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap merasa tergabung dalam koalisi pemerintahan.

Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap merasa tergabung dalam koalisi pemerintahan. Meskipun, Juru Bicara Julian Aldrin Pasha mengatakan hubungan PKS dengan koalisi telah berakhir.

Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto mengatakan PKS telah berhitung mengenai keberadaannya di koalisi. "Jika PKS di luar koalisi pemerintahan tidak memungkinkan mendapatkan resources yang cukup untuk persiapan Pemilu 2014," kata Toto kepada Tribunnews.com, Minggu (22/6/2013).

Toto mengatakan PKS menikmati posisi sebagai partai pendukung pemerintah tersebut. Menurutnya,  upaya untuk menentang kebijakan menaikkan harga BBM yang sebelumnya ditujukan untuk meraih simpati publik ternyata tidak berhasil.

"Publik tidak bersimpati terhadap sikap PKS tersebut. Alih-alih bersimpati, publik mencibir langkah PKS itu tak lebih sebagai upaya memperbaiki citra sebagai partai korup," katanya

Toto mengungkapkan PKS berhitung bahwa SBY dan koalisi amat memerlukan keberadaan partai tersebut di koalisi untuk memperkuat posisi kekuasaan. PKS, kata Toto, berpikir tidak mungkin SBY mendepak mereka.

"Jika SBY benar berani mendepak PKS, berarti semua perhitungan PKS ini salah," tuturnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved