Harga BBM Naik
Sri Sultan Jamin Stok BBM DIY Aman
Pasokan dan stok BBM di DIY jika BBM naik tidak akan berkurang.
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X tidak memersoalkan kenaikan harga BBM meskipun di kalangan masyarakat terjadi banyak penolakan. Dari informasi yang diterimanya, pasokan dan stok BBM di DIY jika BBM naik tidak akan berkurang.
"Kami dapat jaminan tak akan ada kelangakaan BBM di DIY. Karena ngambilnya cuma dari Rewulu (Wates)," ujar Sultan, usai menerima kunjungan Capaja AAU di Kepatihan, kemarin.
Meski demikian, ayah lima puteri ini tetap mengapreasiasi gerakan berbagai elemen yang menolak kenaikan harga BBM. Dengan cara menerima melakukan dialog dan menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat. Sebab, bagaimanapun juga pemerintah daerah hanya menjalankan kebijakan pusat yang telah diputuskan.
Hanya saja, keputusan menaikkan harga BBM pada pertengahan tahun ini dinilai Sultan cukup terlambat. Pasalnya, momentum ini seharusnya sudah diambil pemerintah pusat dengan menelurkan kebijakan tersebut. Terlebih di tengah terpuruknya nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp 10.000 per 1 USD.
Walaupun harus diakui, jika menaikkan harga BBM merupakan keputusan yang harus diambil. "Memang harus naik, gitu lho,"ucap Sultan.
Guna mengantisipasi gejolak di masyarakat ketika harga BBM naik, hal yang akan dilakukan Pemda DIY adalah memastikan tidak ada hambatan distribusi barang kebutuhan pokok. Termasuk melakukan operasi pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.
"(Operasi pasar) itu jelas. Tapi yang lebih penting distribusi harus dipastikan aman. Jangan sampai ada yang stuck," beber Sultan.
Sementara, Disperindagkop UMKM DIY bekerjasama dengan Bank Indonesia akan melakukan operasi pasar jelang Ramadan maupun Idul Fitri. Sasarannya adalah keluarga pra sejahtera di Sleman, Bantul dan Kulonprogo.
Operasi pasar ini rencananya diselenggarakan sekitar 1-19 Juli mendatang. Subsidi harga akan diberikan pada lima komoditi utama kebutuhan pokok, yakni beras,minyak curah, bawang putih, gula pasir dan telur. "Kami masih koordinasi dengan kabupaten untuk menentukan harinya,"tutur Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagkop UMKM DIY, Eni Rosilawati. (hdy)