Hotel Royal Surakarta Heritage Konsisten Lestarikan Batik

Hotel bintang lima ini juga konsisten untuk tidak merubah konsep hotelnya.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Rina Eviana Dewi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Per 1 April 2013, Hotel Best Western Premier Solo resmi berganti nama menjadi Hotel The Royal Surakarta Heritage MGallery. Melanjutkan misinya untuk menjadi hotel yang mengedepankan budaya lokal, hotel bintang lima ini juga konsisten untuk tidak merubah konsep hotelnya.

"Sejak masih menyandang nama Hotel Best Western Premier, kami sudah pernah menyabet penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia-Red) sebagai hotel batik pertama di Indonesia, karenanya kami akan terus melanjutkannya," ujar Public Relation The Royal Surakarta Heritage, Mega Maharani pada Tribunjogja.com, Rabu (8/5/2013).

Bernaung di bawah bendera Accor Grup, sebuah korporasi hotel besar dari Perancis, menurutnya tidak membawa banyak perubahan pada hotelnya. Dari bintang, hotel yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi ini akan meningkatkan level bintangnya ke bintang lima dari Hotel Best Western Premier yang semula hanya berbintang empat. "Perubahan lainnya hanya bersifat internal manajerial saja," katanya.

Dengan menggandeng Accor Grup, pihaknya juga terus akan mempertahankan konsep heritage yang sudah menjadi ciri khas-nya sejak dulu. Sang owner, lanjutnya, sudah mengkombinasikan aksen Eropa dan ornamen yang kental dengan motif batik. "Konsep ini sejalan dengan misi MGallery yang juga concern mengelola hotel-hotel berkonsep heritage," terangnya.

Kombinasi gaya Eropa - Jawa ini menurutnya akan menjadi selling point tersendiri bagi city hotel ini. Karena konsep seperti ini masih sangat jarang dimiliki oleh hotel-hotel di Indonesia, dan tidak sedikit wisatawan yang menyukainya. "Konsep ini memberikan suasana yang berbeda dibanding hotel-hotel lain," jelasnya.

Berada di jantung kota Solo, membuat hotel ini tidak kalah bersaing dengan kompetitornya. Terlebih segmen leisure kini menjadi satu segmen unggulannya karena minat wisatawan mancanegara terhadap kesan heritage yang begitu tinggi. "Selain itu MICE juga masih cukup tinggi di perhotelan Solo," imbuhnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved