Dituntut Hukuman Mati, Penyelundup Narkoba Sempat Berniat Bunuh Diri
Rosmalinda Boru Sinaga (37) sempat berpikir bunuh diri setelah dituntut hukuman mati pada Senin (11/2/2013).
Penulis: bbb | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono
TRIBUNJOGJA.COM
,
SEMARANG - Rosmalinda Boru Sinaga (37) sempat berpikir bunuh diri
setelah dituntut hukuman mati pada Senin (11/2/2013). Setiap kali
menimba air di sumur lembaga pemasyarakatan (Lapas) wanita Bulu, yang
terpikir adalah menceburkan dirinya ke daam sumur.
"Rasanya syok banget waktu itu, rasanya ingin bunuh diri," kata terdakwa
kasus penyelundup narkoba jenis heroin dan methampetamine (sabu-sabu)
seberat 7,74 kilogram, sebelum sidang vonis dimulai, Kamis (14/3/2013).
Niat itu mulai luntur ketika banyak dukungan yang datang kepadanya. Kuasa
hukumnya, Windy Ariadewi sering datang kepadanya untuk menyemangatinya.
Keluarganya yang sebelumnya tidak pernah datang sejak penangkapannya
akhirnya datang. Hal-hal itu membuat semangat hidupnya bangkit lagi.
Rosmalinda pun mendekatkan diri ke Tuhan. Hari-harinya diisinya dengan
doa dan mencoba ikhlas. Ia sadar, dirinya bersalah. Oleh karena
itu, Rosmalinda memilih pasrah. "Saya inginnya jangan mati tapi angkalah biar saya diberi kesempatan bertobat. Cukuplah," ucapnya.
Rosmalinda ditangkap pada Sabtu (13/10/2012) sekitar pukul 17.30 WIB.
Tim Polda Jateng dan BNN mengawasi kedatangan penerbangan Air Asia
Flight no.AK-1310 rute Kuala Lumpur - Semarang yang ditumpangi
Rosmalinda.
Saat petugas Bea Cukai memeriksa Rosmalinda, mereka curiga dengan dua
koper merah yang dibawa perempuan asal Medan itu. Ternyata benar di
dalamnya ada narkoba. Rinciannya, koper pertama ada dua paket heroin
yang terdiri atas 2,23 Kg dan 2,27 Kg. Dan koper satunya dua paket
dengan total 3,24 Kg sabu.
Diperkirakan nilai total barang haram tersebut sekitar Rp 16,11 miliar
dengan rincian heroin 4,5 Kg senilai Rp 11,25 Miliar dan 3,24 Kg Sabu
senilai Rp 4,86 Miliar. Modus yang dilakukan adalah menyimpan paket di
dinding palsu (false concealment). Paket narkoba itu ditutup dengan
alumunium foil untuk menghindari deteksi X-ray. (*)