Cuaca Buruk

Cuaca Buruk Ancam Perairan Selatan Jawa Tengah

Gelombang tinggi hingga enam meter dan angin kencang mengancam perairan selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta sejak pekan ini.

Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, CILACAP - Gelombang tinggi hingga enam meter dan angin kencang mengancam perairan selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta sejak pekan ini. Kondisi tersebut mendorong Administratur Pelabuhan Cilacap mengeluarkan peringatan bahaya bagi seluruh pelayaran terutama perahu nelayan dan tongkang.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Teguh Wardoyo, Jumat (22/2/2013) mengatakan, tinggi gelombang maksimal di wilayah pantai selatan Jateng dan DIY hingga akhir pekan ini meningkat hingga empat meter. Sementara di wilayah Samudera Hindia selatan Jateng dan DIY diperkirakan berkisar 2-6 meter.  "Gelombang tinggi disebabkan kecepatan angin di atas wilayah perairan yang meningkat," ujarnya.

Teguh menerangkan, kecepatan rata-rata angin di wilayah pantai selatan Jateng dan DIY sekitar 5-10 knots. Namun, sejak sepekan terakhir mencapai 15 knots atau 27 kilometer per jam. Bahkan, di wilayah Samudera Hindia diprediksi 40 knots atau sekitar 74 kilometer per jam.

Menurut dia, hal ini disebabkan menguatnya daerah pusat tekanan rendah di Samudra Hindia yang saat ini mencapai 1.002 milibar. Selain gelombang tinggi dan angin kencang, dia juga meminta pengguna jasa kelautan mewaspadai potensi hujan disertai petir. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved