88 Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Keracunan Makanan
Keracunan akibat mengkonsumsi jatah makan siang di sekolah diduga menjadi penyebab utamanya.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Rina Eviana Dewi
TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Sepuluh siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen, Kamis (7/2/2013). Mereka menyusul 78 siswa yang telah dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (6/2/2013). Keracunan akibat mengkonsumsi jatah makan siang di sekolah diduga menjadi penyebab utamanya.
Siswa yang mengalami keracunan adalah siswa kelas VII, VIII dan IX unggulan pada sekolah tersebut. Sebanyak 51 siswa mendapat perawatan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kebumen. Sedangkan 27 murid lain mendapatkan perawatan di RSU Permata Medika Kebumen. Namun pada Kamis (7/2/2013) pagi sebanyak sepuluh siswa menyusul dibawa ke RSUD dengan tiga di antaranya harus dirawat inap.
Dari penuturan sejumlah siswa, saat waktu istirahat sekitar pukul 12.00 para siswa program full day memanfaatkan untuk makan siang. Adapun jatah makan siang yang dikelola pihak sekolah saat itu adalah nasi sayur rebung, tempe dan ikan tongkol.
Fitriana Nuransyah (14) siswi kelas VII menuturkan, ia tidak merasakan ada yang aneh pada hidangan yang disantapnya siang itu. Bahkan ketika puluhan teman-temannya bertumbangan karena lemas, mual, dan pusing, ia masih merasa biasa saja.
"Baru pagi ini saya merasa mulas sekali di perut. Rasanya melilit. Akhirnya setelah melapor ke guru saya di bawa ke rumah sakit," jelasnya ketika ditemui di ruang UGD RSUD Kebumen.
Hal yang sama dirasakan oleh Dita Kumalasari (15) dari kelas VIII. Ia mulai merasa panas sejak malam hari. Pada paginya panas badannya semakin tinggi. Akhirnya ia menyusul teman-temannya dilarikan ke RSUD. "Saya nanti kalau sudah sembuh mau bawa bekal makan sendiri dari rumah," jelasnya.
Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Humas SMP 2 Muhammadiyah Kebumen, Muh Rifangi menjelaskan, sebanyak 168 siswa kelas VII, VIII, dan IX unggulan menyantap makan siang di sekolah pada Rabu (6/2/2013) siang. Beberapa jam setelahnya, sekitar 77 siswa mengalami gejala keracunan berupa pusing dan mual-mual.
"Sebanyak 51 siswa dilarikan ke RSUD sementara 27 dilarikan ke RSU Permata Medika Kebumen. namun pada sore harinya menyusul seorang siswa dilarikan ke RSUD. Total siswa yang dibawa ke rumah sakit pada Rabu (6/2/2013) sebanyak 78 siswa," jelas Rifangi.
Rifangi menjelaskan, banyak siswa yang tidak merasakan langsung dampak keracunan pada siang harinya. Beberapa siswa bahkan pulang. Namun ternyata pada Kamis (7/2/2013) pagi sebanyak sepuluh siswa mengalami gejala keracunan."Dari sepuluh siswa yang kami bawa ke rumah sakit, tiga orang harus diopname karena kondisinya memerlukan perawatan khusus," jelasnya.(*)