Konten Porno Jangkiti Layanan Video Twitter
Twitter resmi merilis aplikasi berbagi video singkat Vine, Kamis (24/1/2013).
Sayangnya, belum genap satu minggu dirilis, Vine sudah tersandung sebuah masalah. Dalam situs tersebut, ditemukan beberapa konten yang mengandung pornografi.
Masalah terkait konten pornografi ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh jurnalis asal The New York Times, Nick Bilton. Melalui akun Twitter pribadinya, Bilton memberitahukan, apabila pengguna melakukan pencarian dengan tagar #porn dan #sex, kemungkinan besar pengguna akan menemukan video dengan kandungan pornografi di dalamnya.
Dalam peraturan penggunaan layanan Vine, Twitter sebenarnya tidak melarang adanya konten pornografi. Namun, Twitter meminta para penggunanya untuk menggunakan layanan Vine secara bijak.
"Anda bertanggung jawab untuk penggunaan layanan ini, untuk setiap konten yang di-posting, dan terhadap konsekuensi dari posting-an tersebut. Anda hanya akan menyediakan konten yang dirasa nyaman untuk dibagikan dengan yang lain di bawah aturan ini," tulis Twitter.
Namun, apabila ada pengguna yang menemukan konten yang tidak sesuai, pengguna bisa memberi tanda (flag) terhadap video tersebut. Apabila jumlah flag yang diterima sebuah video sudah cukup banyak, maka Twitter akan memberikan peringatan, bahkan menghapus video bermasalah ini.
"Video yang diunggah yang telah dilaporkan dan ditenggarai melanggar peraturan kami akan dihapus dari situs, dan akun pengguna yang mengunggah video tersebut juga akan dihapus," jelas pihak Twitter, seperti dikutip dari CNET, Senin (28/1/2013).(*)