Laporan Khusus dari Singapura

PSK di Singapura Juga Mangkal Tepi Jalan

Prostitusi di Singapura adalah sesuatu yang dilegalkan oleh pemerintah

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SINGAPURA - Prostitusi di Singapura adalah sesuatu yang dilegalkan oleh pemerintah. Transaksi antara para pekerja seks komersik (PSK) dan pelanggan sangat bebas dan terang-terangan. Geylang merupakan salah satu pusat protustitusi terbesar di mana para PSK berkeliaran di jalan.

Aktivitas para "kupu-kupu" malam itu mulai terlihat sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Mereka mangkal di lorong-lorong, sebutan warga setempat untuk jalan kecil mirip gang. Ada puluhan lorong kecil di Geylang. Di kiri kanan lorong berdiri puluhan hotel yang digunakan untuk transaksi para PSK.

Lorong tersebut juga merupakan pusat kuliner yang sangat ramai oleh warga dan para wisatawan. Di tepi lorong, para PSK ini mengenakan pakaian seksi. Rata-rata mengenakan rok ketat dan kaus atau baju yang ada belahan di bagian dada.

"Jangan kaget kalau di Geylang, di sini memang salah satu pusat prostitusi," kata Abdul Khan, penjual makanan khas India, Kamis (13/12/2012).

Tak semua PSK itu warga lokal. Mereka juga ada yang berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, hingga Afrika. Mereka sangat leluasa dan terang-terangan menawarkan jasa kepada para pria yang berlalu-lalang di lorong. Mereka tak segan langsung menyapa atau menarik para pria ke tepi jalan untuk tawar menawar harga.

"PSK yang mencari pelanggan di tepi jalan itu tidak resmi. Sebab mereka tak membayar pajak pada pemerintah," kata Khan lagi.

Menurutnya, para PSK yang legal hanya menunggu tamu di dalam hotel. Di Geylang ada banyak sekali hotel yang menyediakan jasa PSK. Layaknya menu makanan, para PSK yang bisa dibooking ada dalam daftar. Tarifnya beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan dolar Singapura.

Tak hanya prostitusi, minum-minuman keras dan berjudi juga hal yang biasa. Di daerah Geylang, hampir setiap toko menyediakan minuman keras berbagai merek yang bebas dibeli dan diminum di tempat. Harganya cukup murah, mulai dari 1 dolar Singapuraatau setara Rp 8 ribuan. Harga itu jauh lebih murah ketimbang sebungkus rokok yang harganya bisa mencapai Rp 80 ribu perbungkus. "Kalau anda ingin berjudi, langsung saja masuk ke kasino-kasino kecil. Di sini juga ada beberapa," kata Khan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved