Pilpres AS

Astronot Sumbang Suara dari Orbit Bumi

Sistem pengiriman kotak suara digital ini dimungkinkan setelah parlemen Texas meloloskan sebuah undang-undang pada 1997.

Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Pada Selasa (6/11/2012) waktu setempat, seluruh warga AS diharapkan memberikan suara untuk memilih presiden baru. Semua warga AS memiliki hak yang sama, tak terkecuali para astronot AS yang tengah bertugas di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) di orbit Bumi.

Para astronot ini tentu tak bisa begitu saja pulang, pergi ke TPS, lalu memberikan suara. Perlu cara khusus agar para angkasawan ini bisa memberikan suara mereka.

Untuk itu, pusat kontrol misi ISS di Pusat Angkasa Johnson (JSC) di Houston, Texas, akan mengirim versi digital kotak suara ke ISS.

"Para astronot, setelah memberikan suaranya, mengirimkan kembali kotak suara itu ke JSC. Ini adalah kotak suara yang aman dan akan langsung dikirim ke penyelenggara pemilu," demikian juru bicara NASA, Jay Bolden.

Sistem pengiriman kotak suara digital ini dimungkinkan setelah parlemen Texas meloloskan sebuah undang-undang pada 1997. Pada tahun yang sama, sistem kotak suara digital ini digunakan astronot David Wolff yang saat itu bertugas di Stasiun Angkasa Luar Mir, milik Rusia.

"Ini seperti memilih di luar negeri. Dia (Wolff) saat itu memang berada di stasiun angkasa luar asing," kata Bolden.

Pada 1997, Wolff memberikan suaranya dalam pemilihan lokal. Warga AS pertama yang memberikan suara untuk pemilihan presiden dari luar angkasa adalah Leroy Chiao. Dia memberikan suara saat menjadi komandan misi ISS Ekspedisi 10 pada 2004 lalu.

(Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved