Pemkab Gunungkidul Belum Miliki Peta Sungai Bawah Tanah

Bappeda Gunungkidul butuh peta sungai bawah tanah

Penulis: Agung Ismiyanto |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Syarif Armunanto menjelaskan  sejauh ini untuk memaksimalkan potensi air sungai bawah tanah yang ada di daerah Gunungkidul, pihaknya membutuhkan peta persebaran sungai bawah tanah.

Padahal, wilayah kekeringan di Gunungkidul berada di perbukitan karst, yang banyak dilalui alur sungai bawah tanah. Hingga saat ini peta tersebut belum dimiliki oleh Pemkab. Menurutnya, dengan peta tersebut, Pemkab dapat memetakan potensi air yang berdebit besar dan potensial untuk dibangun sumber penampungan air bagi masyarakat.

"Kendala kita peta persebaran (sungai bawah tanah) belum ada. Jika ada maka, setidaknya bisa diproyeksikan pembangunan sumber air," jelasnya.

Sebelumnya, sumber air baru ditemukan masyarakat di dusun Gude II, desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus. Daerah tersebut dikenal minus air. Penemuan sumber air baru yang merupakan harapan bagi ratusan warga Gude II yang setiap tahun harus melakukan dropping air. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved