Angka Kemiskinan Meningkat, Pemkot Solo Justru Dipuji

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) telah merilis angka kemiskinan di Kota Solo.

Angka Kemiskinan Meningkat, Pemkot Solo Justru Dipuji
foto : Internet
Ilustrasi warga miskin
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ade Rizal

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) telah merilis angka kemiskinan di Kota Solo. Jumlah warga miskin berdasarkan pedataan TKPKD itu pun menunjukkan angka yang lebih besar jika dibandingkan data lama yang dirilis Badan Pusat Statistik. Berdasarkan data TKPKD jumlah penduduk miskin di Solo mencapai sekitar 130 ribu jiwa, hampir dua kali lipat dari data yang dirilis BPS yang hanya sekitar 70 ribu jiwa.

Namun, rilis jumlah angka penduduk miskin tersebut justru mendapat pujian dari kalangan anggota legislatif di Kota Solo. Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, Paulus Haryoto justru salut dengan pendataan yang dilakukan Pemkot Solo. Paulus memuji keberanian Pemkot Solo yang menggunakan 25 indikator kemiskinan dalam melakukan pendataan.

"Saya justru salut, karena data ini mewakili realitas yang sebenarnya. Pemkot berani pakai 25 indikator, BPS hanya menggunakan 14 indikator. Saya pikir TKPKD dan Pemkot tidak sembrono menentukan kemiskinan," kata Paulus kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (27/08/2012).

Dengan jumlah indikator kemiskinan yang lebih banyak, lanjut dia, otomatis jumlah angka kemiskinan juga akan mengalami peningkatan. "Kita nggak bisa ditipu dengan data yang nggak jelas," imbuhnya. Untuk itu dirinya meminta Pemkot Solo menerapkan skala prioritas dalam penganggulangan kemiskinan.

Lima hal yang harus diprioritaskan menurut Paulus yakni bidang kesehatan, pendidikan, pemukiman, menggerakkan ekonomi kerakyatan serta perbaikan infrastruktur dan sarana penunjang. Kalangan legislatif pun menyadari peningkatan upaya penanggulangan kemiskinan akan memberi dampak pada peningkatan anggaran. "Itu sudah menjadi konsekuensi logis. Warga miskin bertambah, dana juga akan bertambah," lanjutnya. (*)

Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved