Proyek Air Bersih
Penanggung Jawab Proyek Nyatakan Pipanisasi Sesuai Prosedur
proyek pipanisasi itu sudah sesuai dengan prosedur. Termasuk pipa yang digunakan juga sudah sesuai dengan standar.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penanggung jawab proyek pipanisasi, Maryanto yang juga merupakan mantan kepala desa Candirejo, menjelaskan bahwa proyek pipanisasi itu sudah sesuai dengan prosedur. Termasuk pipa yang digunakan juga sudah sesuai dengan standar.
“Kalau ada yang bilang pipanya murahan bisa dibuktikan sendiri. Niat kami saat itu sebagai perangkat desa untuk mengatasi permasalahan air bagi warga,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dana PNPM yang dipergunakan untuk membangun perpipaan tersebut sebesar Rp 35 juta. Bahkan, ia mengakui bahwa tanpa adanya swadaya dari masyarakat, proyek tersebut tidak akan berjalan lancar. “Dana PNPM tersebut juga masuk ke kecamatan sebesar 5 persen. Tapi saya kurang hafal rinciannya,” jelas Maryanto.
Disinggung terkait rincian dana senilai Rp 50 juta tersebut, Maryanto menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk membeli 130 lonjor pipa ukuran 1 seperempat inch, 14 lonjor pipa ukuran 1 inch, termasuk material berupa semen dan pasir serta beberapa klep sambungan pipa air. Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk membangun dua Hydran umum (HU) di dua dusun.
“Masih ada juga dana untuk operasional pemasangan dan sebagainya. Memang warga secara swadaya memasang pipa, namun ada juga petugas teknis dari PDAM yang tentu kita bayar,” jelasnya.
Sementara ia juga menyebutkan bahwa di tahun 2011 lalu pihaknya menerima dana PNPM sebesar Rp 70 juta. Dana tersebut selain digunakan untuk proyek perpipaan senilai Rp 35 juta, juga digunakan untuk pembangunan cor rabat jalan di dusun Pace dan Cuwelo. “Tapi masih pending, karena ada informasi aspal mau masuk di daerah sana,” tandasnya. (*)