Lebaran 2012

40 Ribu Jamaah MTA Salat di Manahan

pelaksanaan salat Ied di jalan malah mengganggu kenyamanan orang lain

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter, Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Larangan pelaksanaan salat Ied di jalur arus mudik mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Alquran (MTA).

MTA sepakat jika pelaksanaan salat Ied di jalan malah mengganggu kenyamanan orang lain, yakni para pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh. Sehingga, MTA sejak beberapa tahun terakhir menggelar salat Ied di halaman parkir stadion Manahan.

Menurut Medi, Sekretaris II Pimpinan Pusat MTA Solo, beberapa tahun lalu sebelum ada larangan, MTA memang sering menggelar salat Ied di jalan. Pilihan ini diambil karena jika salat Ied digelar di masjid, jumlah jamaah yang mencapai puluhan ribu tak akan mampur tertampung. Namun sejak ada larangan dari Pemkot Solo, salat Ied dialihkan ke lapangan.


“Kami sepakat pelakasanaan salat Ied di jalan malah mengganggu orang lain. Karena mengganggu inilah nanti malah membuat shalat tak khusuk. Sehingga salat Ied kami alihkan ke lokasi lain selain jalan,” katanya saat dihubungi lewat ponsel pribadi. Medi melanjutkan, sama seperti tahun lalu, salat Ied anggota MTA se Solo dan sekitarnya akan dipusatkan di lapangan parkir stadion Manahan.


Salat Ied yang akan digelar pada Minggu (19/8) mendatang tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar Rp 40 ribu orang. Pelaksanaan salat Ied di Manahan tersebut sebagai bentuk kepatuhan dan dukungan MTA pada Pemkot Solo.

“Kita sudah menginstruksikan kepada anggota MTA yang tak bisa hadir ke Manahan untuk tak menggelar shalat Ied di jalan,” katanya lagi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved