Bandara Kulonprogo

Bandara Mampu Menampung 10 Juta Penumpang

Soal izin pembangunan Bandara baru Yogya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X masih belum bisa banyak berbicara.

Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Soal izin pembangunan Bandara baru Yogya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X masih belum bisa banyak berbicara. Sebab, hingga kini belum diputuskan, siapa yang akan melaksanakan pembangunan Bandara. Apakah PT Angkasa Pura saja, atau PT Angkasa Pura dan investor dari India.
"Pertanyaan saya, yang mengajukan permohonan (izin pembangunan) itu siapa? Sifatnya kan bisa penanaman modal asing, bisa juga penanaman modal dalam negeri," ujar Sultan, usai presentasi masterplan bandara internasional.
Selain soal izin pembangunan, Sultan juga memprtanyakan, lembaga yang akan mengajukan izin lokasi. Cukup gubernur atau Menteri Perhubungan. "Kalau yang mengajukan PT Angkasa Pura lalu pelaksananya adalah perusahaan join venture apa boleh. Saya mohon dilihat peraturannya, jangan sampai keliru. Biar dicermati dahulu baru bisa menentukan," terang Sultan.

Rel KA

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, belum menyinggung beberapa hal yang dipertanyakan Sultan itu. Ia lebih banyak menyampaikan soal rencana pembangunan Bandara.
Menurutnya, pada tahap ini, masterplan pembangunan bandara sudah jadi dan diterima Kemenhub. Selanjutnya, akan dibuat jadwal pembangunan dan awal operasi Bandara. "Pak Gubernur juga sudah setuju dengan masterplan yang dipaparkan. Lokasi sudah ditentukan, yakni akan dibangun di Kulonprogo dengan luas lahan adalah 637 hektare," terang Herry, setelah presentasi.

Lebih lanjut disampaikannya, konsep Bandara yang akan dibangun adalah international airport dengan dual linier terminal (terminal ganda). "Namun untuk anggaran belum dihitung secara rinci. Perhitungan akan dilakukan setelah detail desain selesai dibuat," urai Herry.

Bandara itu, direncanakan akan mampu menampung 10 juta penumpang orang per tahun dan akan dapat dikembangkan sampai rahap ketiga menjadi 20 juta penumpang per tahun. "Bandara baru ini akan memiliki daya tampung 28 pesawat. Terdiri dari 11 garbarata dan 17 di sisi samping landasan," urai Herry.
Bandara baru ini, lanjutnya, akan dibuat terpadu dengan moda transportasi lain, yaitu Kereta Api (KA). Pada tahap kedua, akan dilengkapi jalan tol yang akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Jalan lama akan diperlebar, dari dua jalur menjadi empat jalur. Diharapkan seperti itu nanti arah pembangunannya. Sedang untuk pembebasn lahan sedang dibahas bersama Bupati Kulonprogo," tutur Herry.

Menurutnya, pemilihan lokasi Bandara internasional di wilayah Kulonprogo, karena dari hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh konsultan dari Republik Ceko, kawasan itu menjadi yang terbaik dari seluruh aspek; mulai dari tanah, sisi operasi dan safety.

Sedangkan General Manager PT Angkasa Pura I, Agus Adryanto enggan menjelaskan lebih rinci rencana pembangunan Bandara. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan PT Angkasa Pura Pusat. Sedangkan pihaknya hanya pelaksana di tingkat cabang.
"Iya benar pemaparan tadi dari PT Angkasa Pura, tapi pusat yang menjelaskan. Jadi sementara ini hanya fokus di cabang Yogyakarta," kata Agus. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved