Breaking News:

Konflik PT SCE

13 Pelanggaran PT. SCE Dicatat Dinsosnakertrans

Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten menegaskan sebuah perusahaan yang menghalang-halangi pekerjanya

13 Pelanggaran PT. SCE Dicatat Dinsosnakertrans
foto : Internet
Ilustrasi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN  -  Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten menegaskan sebuah perusahaan yang menghalang-halangi pekerjanya untuk berserikat bisa terkena sanksi. Sanksi yang diberikan sesuai dengan Undang-undang 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh bisa sampai pencabutan ijin perusahaan itu.

"Sebenarnya sudah ada 13 pelanggaran (PT. SCE) yang telah kami catat. Namun sebagai pembina, kami melihat umur dari perusahaan tersebut yang baru sekitar tiga bulan, sehingga mereka diberikan waktu untuk membenahi pelanggaran itu. Mereka pun menyatakan kepada kami bahwa sanggup untuk melakukan perbaikan," jelas Kabid Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Klaten, Giyanta, di Klaten, Jumat (2/8/2012).

Jika dilihat dari perusahaan yang membuat produk eksport, kondisi para pekerja itu lebih terpihaki. Pasalnya, buyer asal luar negeri akan memperhatikan darimana produk itu dibuat dan apakah ada pemasalahan dalam pemenuhan hak-hak tenaga kerja dari perusahaan yang membuat. "Buyer pasti akan menanyakan hal itu, karena ini produk ekspor. Mereka tidak akan membeli jika itu (hak-hak pekerja tidak dipenuhi," paparnya.

Giyanta juga mengatakan, pihaknya juga telah membuat risalah mediasi karena ada pihak yang menolak surat anjuran. Surat anjuran telah diterbitkan untuk kedua belah pihak setelah dilakukan tiga kali mediasi antara manajeman dan buruh PT. SCE yang selalu tidak dihadiri pihak manajemen.

“Risalah itu dibuat jika ada pihak yang tidak menolak setelah tujuh hari kerja tidak memberikan jawaban, dan ingin mengajukan ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial). Dua-duanya boleh mengajukan ke PHI,” pungkasnya. (*)

Penulis: oda
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved