Otomotif
Nissan Panggil Pemilik Juke, Khusus Produk Februari-Mei 2012
Nissan Yogya segera melakukan pemanggilan kepada pemilik Nissan Juke, menyusul recall sekitar 391 unit crossover Juke di Indonesia.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nissan Yogya segera melakukan pemanggilan kepada pemilik Nissan Juke, menyusul recall sekitar 391 unit crossover Juke di Indonesia. Penyebabnya adalah karena pemasangan jok belakang yang tidak sempurna. "Kami sudah menelepon dan memberitahukan dengan surat resmi kepada pemilik Juke agar mereka segera mendatangi bengkel resmi terdekat," kata Branch Manager Nissan Yogya, Ngurah Sebudhie Jr, Senin (23/7/2012).
Recall ini berlaku efektif untuk model Juke tahun 2012 yang diproduksi mulai 3 Februari 2012 sampai 26 Mei 2012. Nissan mendata di Yogya hanya ada tujuh unit Nissan Juke yang mengalami masalah tersebut. "Empat unit sudah ditangan konsumen, sedangkan tiga unit masih di gudang," ujarnya.
Konsumen diharapkan datang pada workshop-workshop resmi Nissan, selanjutnya unit kendaraan akan diperbaiki tanpa dikenakan biaya.
Bukan Mesin
Terhadap recall ini, Ngurah menyampaikan pemilik Juke tidak perlu risau karena tidak berkaitan dengan mesin. Penjualan Nissan Juke di Yogya juga terbilang lumayan karena dari rata-rata penjualan Nisan sebanyak 180 unit per bulan, kontribusi Juke berkisar 20 unit.
Sebelumnya, secara serentak Nissan menarik puluhan ribu Juke di AS, Indonesia, Inggris, dan Jepang. Penyebabnya adalah karena proses pengelasan yang tidak sempurna pada bagian jok belakang yang mengakibatkan jok terasa longgar.
Nissan menuturkan, jok belakang tersebut sama-sama didatangkan dari Jepang. "Kursi bagian belakang ada masalah. Supplier-nya semuanya dari Jepang," ujar Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Teddy Irawan.
Teddy menjelaskan, kebijakan NMI menarik mobil Nissan Juke sebagai inisiatif untuk menjamin seluruh produknya telah memenuhi standar Nissan secara global dan demi kepuasan pelanggannya. Penarikan Nissan Juke, ujarnya, tidak akan berdampak negatif terhadap penjualan kendaraan tersebut karena merupakan inisiatif pihak Nissan dan belum ada komplain dari konsumen terkait kerusakan bawaan pabrik yang relatif sederhana itu. (*)