Pilkada DKI
Isu SARA Putaran Kedua Beredar Lewat SMS
Kampanye berbau SARA ini bisa merugikan kedua pasang calon, dan juga bisa menyebabkan konflik antar-agama
Salah satu komisioner panitia pengawas (panwas) Jakarta Utara, Arif Budiyanto, Senin (23/7/2012), mengaku bahwa salah satu ketua panwas di Jakarta Utara telah menerima lima SMS berisi isu SARA terkait salah satu cagub, dari nomor yang berbeda-beda dan tak dikenal.
"Ketua panwas kecamatan ini menerima lima SMS yang isinya berbau SARA terkait salah satu calon," ungkap Arif.
Isi SMS itu ada yang berisi ajakan memilih dan juga pendiskreditan salah satu pasangan cagub. SMS yang berisi ajakan memilih itu mengklaim sebagai jemaah salah satu agama. Adapun SMS yang mendiskreditkan salah satu pasangan calon menggunakan berita yang diklaim dirilis oleh kantor berita asing BBC.
"Kampanye berbau SARA ini bisa merugikan kedua pasang calon, dan juga bisa menyebabkan konflik antar-agama, apalagi ini beredar di tengah bulan Ramadhan," ungkap Arif.
Namun, diakui Arif, pihaknya masih meneliti dan mempelajari kampanye hitam yang disebarkan lewat SMS itu. "Sejauh ini belum bisa kami lanjutkan ke pemeriksaan. Sebab, ini juga terkait dengan cyber-crime yang membutuhkan tenaga ahli untuk menelitinya sehingga penyebar SMS ini bisa diketahui," paparnya.
Hanya, Arif mengimbau agar warga DKI Jakarta tak terpancing dengan SMS berisi kampanye hitam itu. Setiap warga DKI Jakarta diharapkan dapat bersikap bijak menanggapi SMS tersebut karena belum diketahui, siapa yang diuntungkan dengan SMS tersebut. (*)