PIlkada DKI

Faisal Basri Kritik Kerja Lembaga Survey

Cagub DKI Jakarta dari kalangan independen Faisal Basri mengkritik peran lembaga survei dalam putaran pertama Pilgub DKI Jakarta.

TRIBUNJOGJA. COM, JAKARTA - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dari kalangan independen Faisal Basri mengkritik peran lembaga survei dalam putaran pertama Pilgub DKI Jakarta.

"Lembaga survei tampaknya dibiayai kandidat tertentu dengan menggunakan metodologi tidak jelas dan lalu diumumkan ke publik," kata Faisal dalam diskusi soal "Pilkada DKI Jakarta Runtuhkan Oligarki Partai" di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Menurut dia lembaga survei semacam ini tidak memiliki pertanggungjawaban ke publik.

"Ini lembaga survei pembunuh (karakter). Ke depan publik harus mendapat perlindungan untuk mengatur lembaga survei apakah dibuatkan Undang-undang atau apa,"  kata dia.

Termasuk, menurut Faisal,  publik wajib mengaudit lembaga survei. "Jangan lembaga survei seperti pesenan, maunya (pemesan) 15 persen yah diberi. Ada yang baru daftar (cagub) lah sudah dapat 15 persen (poollingnya)," kata Faisal.

Faisal Basri heran kok kesannya semua lembaga survei mengarahkan pemenangnya kepada satu kandidat padahal hasilnya yang diunggulkan kalah.

"Survei terakhir kami disebut perolehan suara 1,6 persen. Ini kan mempengaruhi moral tim ," kata Faisal yang pada putaran pertama mendapat perolehan suara sekitar 5 persen.

Diperlakukan seperti itu, Faisal mengaku tentu sakit karena kesannya dikeroyok. "Dan saya yakin nanti ada mekanisme pasar yang menghukum mereka. Saya yakin yang jahat ada hukumannya," ujar dia.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved