Gaya Androgini, Tampil Feminin dan Maskulin
Gaya androgini bisa dijabarkan menjadi sebuah gaya berpenampilan yang merefleksikan sisi feminim sekaligus maskulin
Penulis: esa |
TRIBUN JOGJA.COM, YOGYA – Androgini Style, istilah yang cukup jarang didengar awam ini nyatanya bukan lagi hal asing bagi kalangan fashionista. Gaya androgini bisa dijabarkan menjadi sebuah gaya berpenampilan yang merefleksikan sisi feminim sekaligus maskulin secara bersamaan. Misalkan seorang wanita yang tampil sexy sekaligus maskulin. Namun, gaya berpenampilan yang satu ini tidak hanya fokus pada gaya busananya saja, termasuk aksesoris tas dan sepatu maupun tatanan rambut hingga make up nya.
Jika melihat dari definisinya, mungkin belum bisa dibayangkan seperti apa gaya androgini semacam ini. Namun, jika dicontohkan dengan style fashion ala Lady Gaga, SMASH, Super Junior, Dareel Ferhostan dan lain sebagainya, masyarakat tentu bisa membayangkan seperti apa style androgini. Intinya, ada satu keseimbangan antara sisi maskulin dan fenimin dalam satu penampilan. Seorang wanita yang tampil layaknya pria, bahkan seorang pria yang tampil dengan busana feminim khas wanita.
“Faktanya , gejala androgini ini telah banyak menyebar di masyarakat, lihat saja SMASH, Superjunior,“ jelas Dedi Hertanto, fashion designer asli Yogya.
Melihat kecenderungan tersebut, Ani Wardhana dan Dedi Hertanto, dua fashion designer Yogyakarta yang tergabung dalam Rumah Kebaya Delmora, menggebrak runway Jogja Fashion Week 2012 dengan rancangan ready to wear bertemakan androgini style.
Mengangkat judul koleksi “He is”, Delmora mengusung enam busana wanita dan dua busana pria yang terkesan maskulin. Maskulin yang dimaksud adalah busana-busana dengan teknik clean cutting. Artinya, pada delapan baju rancangannya, Delmora hanya bermain dengan garis-garis potongan yang simple dan tegas. Tidak ada drapery ataupun aksen-aksen rimpel yang melekuk-lekuk sehingga terkesan rumit dan mewah, misalnya saja model tailored blazer, jumpsuit, celana pendek serta ponco. Bahkan ada satu rancangan yang cukup menarik berupa cocktail dress sifon warna pink yang dipadukan dengan atasan tenun Bali yang kontras yang sempat mendapatkan pujian dari beberapa pihak, utamanya dengan karakter androgini style nya.
“Rancangan Androgini dari Delmora ini dibandrol seharga sekitar Rp 800 ribu per setelannya,” tukas Ani Wardhana.
Diakuinya, rancangan androgini Delmora kini telah laris diburu pelanggan, utamanya dari luar Yogyakarta. Pada kenyataannya, fashionista dari Jakarta, Bandung dan Kalimantan cenderung lebih berani dalam mengekspresikan dirinya dalam berbusana.
Pada dasarnya setiap wanita bisa tampil dengan gaya androgini dengan memanfaatkan model –model baju yang maskulin semisal jas, blazer, jumpsuit dari berbagai pusat perbelanjaan.(*)