Euro 2012
Prandelli: Sepakbola Italia Harus Direvolusi
Italia gagal menjadi juara Piala Eropa 2012 usai kalah telak 0-4 dari Spanyol di final.
Prandelli jika saat ini sepakbola di negaranya sudah tertinggal jauh dan butuh perbaikan besar.
Tak diunggulkan di Polandia-Ukraina, Prandelli justru mampu membawa Italia tampil mengejutkan dan melaju hingga ke partai puncak. Tapi
sayang penampilan Azzurri di laga puncak antiklimaks dan harus mengakui keunggulan mutlak Spanyol.
Italia memang tampil mengesankan dan membuat Prandelli bangga. Namun, pelatih 54 tahun itu merasa timnya tersebut sulit untuk meraih gelar
jika masih berkutat dengan kondisi seperti sekarang. "Kami adalah negara tua, dengan ide lawas dan kami harus punya kemauan
untuk berubah. Kami datang ke turnamen ini dengan hasrat untuk berubah dan kami harus punya kekuatan untuk yakin. Meskipun itu sulit, kami
harus menemukan caranya," tukas Prandelli di Football Italia. "Kami sudah membangun tim nasional berdasarkan mental klub. Tapi mungkin kami masih belum siap untuk memenangi PIala Eropa. Tapi ketika kami punya keinginan untuk menang maka kami bisa menang lagi," sambungnya.
Kondisi yang dimaksudkan Prandelli adalah ia merasa kurangnya dukungan dari klub serta Lega Calcio untuk dirinya bisa memantau para pemainnya
di klub. Selain itu pun ia menggaris bawahi soal pembinaan pemain muda di Italia yang tertinggal jauh dari negara macam Spanyol atau Jerman,
yang dinilainya menghambat prestasi timnas level internasional.
"Kami harus menemukan para pemain yang punya potensial untuk menggantikan tempat pemain seperti Andrea Pirlo, bahkan jika saya
harus berharap pemain yang sekarang bisa bermain dua tahun lagu lagi," tukasnya. "Bersama dia, kami butuh pemain yang siap bermain dua tahun lagi. Tapi
bagaimana para pemain itu bisa berkembang jika para pemain tersebut tidak mendapat kesempatan bermain di kompetisi Eropa." "Kami ingin bekerja sama dengan para pemain itu dan melihat perkembangan mereka dalam waktu dua bulan. Jika saya hanya punya waktu tiga kali latihan bersama setiap dua bulan, maka saya tidak yakin bisa
cukup baik bekerja. Saya pelatih yang bekerja di atas lapangan." "Kami harus merevolusi sepakbola Italia. Kami melawan timnas Spanyol
yang sudah bekerja secara konstan selama bertahun-tahun untuk sebuah proyek," pungkasnya. (*)