Taruna dan Perwira Amerika Serikat Berkunjung ke Akmil Magelang
26 orang taruna dan perwira Korps Perwira Cadangan Amerika Serikat berkunjung ke Akademi Militer Magelang
Penulis: had |
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Akademi Militer (Akmil) Magelang kembali menerima kunjungan dari taruna negara asing. Kali ini, pusat pendidikan calon perwira TNI Angkatan Darat tersebut kedatangan Taruna dan Perwira Reserve Officers Training Corps (ROTC/ Korps Perwira Cadangan) Amerika Serikat sebanyak 26 orang.
Rombongan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Edward Pethan tersebut diterima langsung oleh Dirbindik Akmil, Kolonel Budi Eko Supriyanto. Kunjungan Taruna ROTC Amerika ini merupakan suatu bentuk realisasi hubungan Amerika dan Indonesia yang mengalami kemajuan di berbagai bidang, khususnya di bidang Pertahanan.
Kolonel Budi Eko Supriyanto mengungkapkan, dalam kunjungan ini merupakan usaha dan keinginan yang serius dari kedua belah pihak untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang erat antara Taruna ROTC Amerika dengan Taruna Akademi Militer.
Kepada ROTC, ia mengungkapkan, bahwa Akademi Militer sedang melatih dan mendidik 798 orang Taruna yang terdiri dari 252 orang tingkat II, 244 orang tingkat III dan 302 orang tingkat IV. Mereka pemuda-pemuda Indonesia yang terpilih dan berasal dari sabang sampai merauke.
Taruna ROTC Amerika juga diajak untuk mengunjungi tempat-tempat latihan dan ruangan kelas belajar taruna, latihan BDM Yongmoodo serta melihat acara Serah terima Genderang Sangka Cangka Lokananta (GSCL) yang merupakan Tradisi Korps Taruna.
Menurutnya, kunjungan singkat ini mempunyai arti yang sangat penting bagi kedua institusi, karena dapat saling memberi dan menerima informasi yang nantinya akan sangat berguna bagi keduanya.
Kepala Penum Humas Akmil Magelang, Letkol CAJ Taufik M Phil menambahkan, kunjungan Taruna ROTC Amerika ini sebenarnya ada kerjasama antara Mabes TNI AD di Jakarta. Pada kesempatan itu, mereka diarahkan ke Akademi Militer untuk saling belajar budaya dan bahasa.
“Manfaat yang bisa kita peroleh setidaknya para Taruna Akmil bisa belajar bahasa asing dan bertukar pengalaman. Termasuk bertukar informasi tentang sistem pendidikan militer,” katanya.
Namun, lanjutnya, dalam kunjungan singkat tersebut para Taruna ROTC Amerika tidak masuk ke museum Taruna Abdul Djalil, khususnya pada ruang senjata. “Karena peraturan yang ada, orang asing dilarang masuk ruang senjata dalam museum. Ya dihawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Letnan Kolonel Edward Pethan, mengaku merasa bangga atas kepercayaan TNI Angkatan Darat terhadap Delegasi ROTC Amerika untuk berkunjung ke Aakademi Militer. Ia berharap kedepan hubungan kedua negara terutama di bidang pertahanan dapat ditingkatkan demi kemajuan bersama.(*)